Neoplasia serviks, yang secara medis dikenal sebagai neoplasia intraepitel serviks, atau disingkat CIN, adalah sekelompok lesi serviks yang berkaitan erat dengan karsinoma invasif serviks, yang sering terjadi pada wanita berusia 25-35 tahun. Timbulnya terutama berkaitan dengan infeksi human papillomavirus (HPV), terutama infeksi HPV 16 dan 18 yang berisiko tinggi. CIN diklasifikasikan menjadi 3 grade, sebagian besar lesi grade rendah (CINI grade) dapat mengalami regresi secara spontan, sedangkan lesi grade tinggi (CIN grade II dan III) memiliki potensi kanker dan dianggap sebagai lesi prakanker serviks. CIN dibagi menjadi tiga jenis, yaitu CINI grade bila sel lesi terbatas pada 1/3 lapisan bawah sel skuamosa di kompleks serviks, CIN grade II bila lebih dari 1/3 tetapi terbatas pada 2/3 lapisan, CIN grade III bila lebih dari 2/3, dan disebut karsinoma serviks in situ bila seluruh lapisan tercapai. CIN grade I: heterogenitas ringan, sekitar 60% akan mengalami regresi secara spontan. Jika sitologi LSIL atau di bawahnya, dapat diobservasi dan ditindaklanjuti saja, dan jika lesi berkembang atau bertahan selama 2 tahun dalam prosesnya, pengobatan tepat dilakukan. Jika sitologi adalah HSIL (lesi intraepitel skuamosa derajat tinggi) pengobatan harus diberikan, dengan cryotherapy dan perawatan laser untuk kolposkopi yang memuaskan, dan konisasi serviks direkomendasikan bagi mereka yang tidak puas atau memiliki kerokan kanal serviks positif. CIN grade II dan CIN grade III: Sekitar 20% grade II akan berkembang menjadi grade III dan 5% menjadi karsinoma invasif, sehingga lesi grade II dan III membutuhkan pengobatan. Kolposkopi grade II yang memuaskan dapat diobati dengan terapi fisik atau konisasi serviks. Grade II yang tidak memuaskan dan semua grade III harus diobati dengan konisasi serviks, seperti cervical loop electrosurgery (LEEP) atau konisasi pisau dingin. Neoplasia intraepitel serviks (CIN) mencerminkan proses berkelanjutan dalam perkembangan kanker serviks. Skrining untuk mendeteksi CIN dan pengobatan tepat waktu terhadap lesi tingkat tinggi adalah tindakan yang terbukti dapat mencegah kanker serviks.