Endometriosis adalah penyakit inflamasi kronis yang bergantung pada estrogen yang menyebabkan infertilitas dan nyeri panggul. Mekanisme infertilitas yang terkait masih belum diketahui. Beberapa hipotesis sebelumnya termasuk perubahan anatomi dan obstruksi tuba akibat perlengketan pelvis, serta faktor lain seperti gangguan toleransi endometrium dan massa oosit yang diperantarai oleh sitokin inflamasi. Penyakit ini telah terbukti memiliki efek yang merugikan pada fisiologi ovarium dalam konteks ovarium. Memang, data ultrasonografi dan histologis cenderung mendukung berkurangnya jumlah folikel ovarium pada pasien endometriosis. Selain itu, lingkungan lokal folikel pada pasien secara signifikan berbeda dengan populasi sehat, sebagaimana dibuktikan dengan perubahan pada sel granulosa, termasuk penurunan P450 yang mengekspresikan aromatase dan peningkatan produksi spesies oksigen reaktif intraseluler. Oosit yang diperoleh dari wanita yang terkena endometriosis lebih mungkin gagal untuk matang secara in vitro dan menunjukkan perubahan morfologi serta berkurangnya kandungan mitokondria sitoplasma dibandingkan dengan pasien dengan penyebab infertilitas lainnya. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa berkurangnya jumlah oosit yang matang berhubungan dengan endometriosis, dan berkurangnya tingkat pembuahan dapat dimulai pada tingkat penyakit yang lebih ringan. Namun, hal ini masih belum memiliki bukti yang cukup dan kuat dan memerlukan penelitian lebih lanjut.