ADHD, yang juga dikenal sebagai Attention Deficit Hyperactivity Disorder, memiliki prevalensi yang tinggi pada anak usia sekolah dan merupakan gangguan perilaku yang paling umum terjadi pada anak usia sekolah. Manifestasi utamanya adalah kurangnya perhatian, hiperaktif, perilaku impulsif, sering disertai dengan kesulitan belajar, tetapi dengan perkembangan intelektual yang normal atau mendekati normal. Pengobatan ADHD terutama didasarkan pada metode berikut: 1. Pengobatan: Pengobatan dapat memperbaiki defisit perhatian pasien dengan gangguan hiperaktivitas defisit perhatian dan memberikan bantuan dari aktivitas yang berlebihan, namun hanya dapat memberikan bantuan jangka pendek dari gejala klinis. Dalam praktik klinis, methylphenidate (75-80% efektif) dan tomoxetine (digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktivitas defisit perhatian pada anak di atas 7 tahun dan orang dewasa) adalah obat yang paling umum digunakan untuk mengobati kondisi ini. Selain obat-obatan yang disebutkan di atas, berbagai efek samping yang disebabkan oleh gangguan ini lebih bergantung pada perawatan non-farmakologis (psikoterapi dan pelatihan orang tua serta intervensi sekolah). 2. Modifikasi perilaku psikologis: ini mencakup terapi perilaku kognitif, terapi perilaku, pelatihan orang tua, dan intervensi sekolah. Guru dan orang tua perlu memberikan manajemen perilaku yang efektif dan pendidikan psikologis yang disesuaikan dengan karakteristik anak, menghindari diskriminasi, hukuman fisik, atau metode pendidikan kasar lainnya, serta menggunakan pujian dan dorongan secara tepat untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kesadaran diri anak. Ketika kondisi atau perilaku anak telah memengaruhi kemampuan anak untuk belajar, anak dapat menerima intervensi di sekolah. Tempat duduk anak dapat ditempatkan di dekat guru untuk mengurangi gangguan di kelas dan kurikulum dapat diatur sedemikian rupa untuk memberikan waktu yang cukup bagi anak untuk bergerak. Orang tua perlu menyadari bahwa perawatan tidak hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi orang tua juga bisa menjadi “terapis” yang baik. Anda dapat membuat sistem untuk anak Anda dan memberinya pujian serta hadiah jika ia melakukan apa yang diminta. Carilah kekuatan dan sorotan dalam aktivitas anak Anda, dan pujilah serta berikan penghargaan atas perilaku yang baik pada waktu yang tepat. Perlu diperhatikan bahwa sistem yang ditetapkan untuk anak Anda jelas dan mudah diikuti, dan bahwa sistem tersebut dipatuhi dan tidak sering diubah. (1) Buatlah jadwal untuk anak Anda: jangan tidak teratur hanya karena Anda sedang berlibur. Sertakan setiap jam dari saat Anda bangun di pagi hari hingga saat Anda tidur di malam hari, termasuk pekerjaan rumah dan kegiatan di luar ruangan, dan jangan mengubahnya sesuka hati. Jika Anda melakukannya, buatlah rencana terlebih dahulu. (2) Biarkan anak Anda mengatur barang-barangnya sendiri: Biarkan anak Anda mengatur barang-barangnya sendiri, termasuk perlengkapan sekolah, pakaian, dan apa pun, dan jangan tinggalkan barang-barang tersebut tergeletak begitu saja. Orang tua harus memeriksa dan mengawasi hal ini setiap hari. (3) Biasakan menggunakan buku catatan: Jika Anda perlu meminta anak Anda untuk melakukan beberapa hal, mintalah anak Anda untuk menuliskannya secara berurutan dan menandai bagian belakang setiap hal yang telah mereka lakukan. Jika anak Anda tidak suka mengerjakan pekerjaan rumah, tuliskan pekerjaan rumah untuk hari berikutnya pada malam sebelumnya dan tandai setiap pekerjaan yang telah Anda selesaikan pada hari itu. Untuk tamasya, mintalah anak Anda untuk membuat rencana dan menuliskan apa saja yang akan dibawanya, centang setiap barang yang akan dibawa. Setiap malam, periksa apakah rencana di atas telah diselesaikan sesuai rencana. (4) Aturlah tugas-tugas dan kegiatan sukarela yang sesuai: hal ini akan mengembangkan rasa tanggung jawab dan kompetensi anak Anda. (5) Kegiatan rekreasi dan latihan fisik dengan anak Anda: dalam kegiatan rekreasi Anda dapat bersantai dan meningkatkan hubungan orang tua-anak; dalam latihan fisik Anda dapat meningkatkan stamina dan jangan takut berkeringat dalam cuaca panas; mainkan kegiatan dengan aturan secara teratur untuk belajar mengikuti aturan dan mengendalikan dorongan hati dengan cara yang menyenangkan. Jangan menyalahkan anak Anda selama melakukan kegiatan ini. (6) Mengontrol waktu yang dihabiskan untuk bermain online: Terlepas dari pekerjaan rumah liburan, cobalah untuk mengatur kegiatan yang lebih bermakna untuk mengurangi kebosanan anak Anda dan hindari mengandalkan internet dan video game untuk menghabiskan waktu dalam waktu yang lama.