Banyak psikolog setuju bahwa pengobatan saja tidak akan sepenuhnya memberantas masalah ini dan perawatan psikologis diperlukan. Terapi dapat membantu mengatasi ketidakmampuan anak untuk berteman dan kurangnya rasa percaya diri, serta memperkuat kemampuan berorganisasi anak. Karena ADHD sering memengaruhi seluruh keluarga, yang terbaik adalah membuat anak ADHD dan orang tuanya atau anggota keluarga lainnya bekerja sama dalam terapi. 1. Obat-obatan: Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengobati ADHD termasuk methylprednisolone hydrochloride (Ritalin), dan dextroamphetamine sulphate. Efektivitas obat-obatan ini dalam mengurangi gejala ADHD tidak dapat ditentukan, tetapi para peneliti percaya bahwa obat-obatan ini dapat mengatur kadar dopamin dan norepinefrin, sehingga anak dapat fokus dan mengurangi impulsif. 2. Psikoterapi: Konseling orang tua dan guru memungkinkan orang tua dan guru untuk memahami karakteristik tumbuh kembang anak dan perkembangan psikologis mereka pada usia yang berbeda, bahwa disiplin harus dilakukan dengan cepat, adil, sabar dan percaya diri, bahwa anak-anak tidak boleh menuntut, dan bahwa program praktis bantuan konseling khusus harus dilakukan untuk anak-anak dari berbagai usia. 3 . Perlakuan lingkungan: Hilangkan rangsangan yang merugikan atau faktor ketegangan mental dalam keluarga yang menyebabkan ADHD, dan jangan berdebat di depan anak. Hubungan orang tua yang buruk juga merupakan penyebab ADHD. Suasana keluarga yang baik juga dapat mencegah gangguan, kecemasan, dan kegembiraan pada anak. 4. Perawatan spiritual: Kepribadian anak terdiri dari dua bagian: temperamen bawaan dan pengaruh lingkungan yang didapat, sehingga stabil dan mudah dibentuk. Orang tua dan guru dituntut untuk mengenali bakat anak dan membimbingnya dengan benar, sehingga anak dapat tumbuh dengan lancar dan sehat serta mengembangkan pola perilaku yang benar dan kemampuan belajar yang normal atau bahkan luar biasa. Oleh karena itu, faktor-faktor di atas seperti “cara belajar, perilaku, kemampuan, kepribadian, dan pandangan orang tua tentang pendidikan” sebenarnya merupakan bagian integral dari pendidikan yang sukses dan tidak dapat dipisahkan atau berdiri sendiri-sendiri. 5. Pengobatan oleh dokter: Dokter sering berasumsi bahwa ketika anak-anak tumbuh dewasa, gangguan tersebut akan menghilang, tetapi pada kenyataannya efek ADHD jauh melampaui masa kanak-kanak. Penelitian terbaru menemukan bahwa 40-80% anak-anak dengan ADHD terus memiliki berbagai gejala yang berbeda ketika mereka memasuki masa remaja, dan 50% lainnya akan terus berkembang hingga dewasa.