Bagaimana orang dengan penyakit paru interstisial dapat merawat diri mereka sendiri?

  1 . Hadapi penyakit dengan sikap ilmiah dan pola pikir yang positif.  2, olahraga teratur agar tetap bugar: penyakit paru-paru dan sesak napas membuat pasien kurang aktif dan mudah lelah, kekurangan oksigen menimbulkan rasa takut dan tekanan jantung, sehingga pasien dengan penyakit paru-paru kronis terkadang membatasi aktivitasnya untuk menghindari sesak napas, terutama anggota keluarga juga menyarankan pasien untuk tidak terlalu aktif, jika tidak maka akan berbahaya (bagi tubuh). Namun, tanpa olahraga, otot-otot Anda tidak sekuat dan seefisien sebelumnya, bahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang ringan pun menjadi sulit; sebaliknya, dengan olahraga teratur seperti berjalan kaki, otot-otot Anda menjadi lebih kuat dan lebih tahan terhadap kelelahan. Singkatnya, melalui latihan rutin, Anda dapat belajar menggunakan metode yang lebih efisien untuk menyelesaikan pekerjaan, dan sebagai hasilnya, lebih sedikit oksigen yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang sama, dan sesak napas pun berkurang.  3, menjaga nutrisi yang baik dan berat badan yang sesuai: nutrisi yang baik sangat membantu untuk menjaga berat badan yang ideal, pasien dengan penyakit paru-paru kronis, karena takut sesak napas saat makan, sehingga makan lebih sedikit, mengakibatkan kekurangan gizi, nutrisi yang rendah membuat kelemahan otot pernapasan, dan dengan demikian sesak napas semakin parah. Selain itu, kelebihan berat badan meningkatkan beban suplai oksigen dari jantung dan paru-paru ke seluruh tubuh, yang juga menyebabkan sesak napas. Kelebihan berat badan juga meningkatkan tekanan pada diafragma dan membuat pernapasan tidak memadai.  4. Hindari infeksi: Infeksi dapat memperparah gejala dan kondisi Anda, tetapi Anda sering kali terbiasa bernapas dengan buruk sehingga Anda cenderung mengabaikan perubahan kecil pada pernapasan dan batuk yang memburuk, atau menganggapnya tidak penting. Anda harus terus memberi tahu dokter Anda tentang gejala baru atau perubahan baru pada gejala Anda sehingga pengobatan dapat dilakukan sesegera mungkin. Vaksinasi flu tahunan dapat mengurangi kejadian komplikasi dan rawat inap akibat flu. Vaksin pneumonia juga dapat digunakan untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri tertentu, jadi tanyakan kepada dokter Anda apakah vaksin ini cocok untuk Anda.  5. Berhenti merokok: Menghentikan iritasi adalah cara yang baik untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut pada paru-paru Anda dan jika Anda masih merokok, yang terpenting adalah berhenti. Mereka yang mengalami kesulitan untuk berhenti merokok harus mencari bantuan dari dokter. Perokok pasif sama buruknya dengan merokok sendiri, jadi sarankan keluarga dan teman untuk berhenti, atau setidaknya tidak merokok di sekitar Anda.  6. Belajar dan berlatih relaksasi: Kecemasan dan pesimisme adalah hal yang umum terjadi pada orang dengan penyakit paru-paru kronis, yang dapat diperburuk oleh penyakit; sesak napas, berkurangnya mobilitas, dan pesimisme dapat menyebabkan orang menarik diri dari keluarga dan teman. Belajar rileks membantu mengatasi ketakutan yang timbul akibat sesak napas; relaksasi fisik dan mental dapat mencegah konsumsi oksigen yang berlebihan akibat ketegangan otot.  7. Sikap: Apakah Anda memilih untuk menjadi sedih, bahagia atau marah? Apakah Anda memilih untuk menjadi positif atau negatif? Meskipun pilihan Anda mungkin tidak menyelesaikan semua masalah Anda, pilihan Anda pasti akan membuat perbedaan pada cara Anda menangani fibrosis paru dan hasil yang dihasilkan, jadi sebaiknya Anda aktif dalam seluruh proses pengobatan penyakit Anda.  8. Terapi oksigen: Banyak orang khawatir bahwa mereka tidak akan dapat meninggalkan oksigen setelah terapi oksigen dan berhenti dengan sendirinya, dan hal ini sama sekali tidak benar. Jika tidak ada cukup oksigen, pembuluh darah di paru-paru akan mengerut dan menyempit, sehingga menyebabkan hipertensi paru dan penyakit jantung paru. Oksigen tambahan mengurangi ketegangan pada pembuluh darah dan jantung kanan, mengurangi rasa sesak napas, meningkatkan kualitas tidur, dll. Jika dokter menyarankan Anda untuk menggunakan oksigen, Anda harus mematuhinya.  9. Uji coba obat baru: Ada semakin banyak uji klinis obat baru untuk pengobatan fibrosis paru, dan meskipun efektivitas pengobatannya tidak pasti, bukan ide yang buruk untuk mencobanya.  10. Tindak lanjut secara teratur: Hal ini akan memungkinkan dokter Anda untuk memahami keefektifan pengobatan Anda, mendeteksi perubahan kondisi Anda dan reaksi yang tidak diinginkan terhadap pengobatan, serta menyesuaikan rencana pengobatan Anda. Sebaiknya Anda memiliki buku rekam medis untuk mencatat ketidaknyamanan dan pengobatan Anda; jangan lupa untuk membawa semua rekam medis dan data medis Anda, termasuk tes laboratorium dan data pencitraan, ke klinik.