Bagaimana cara mendiagnosis penyakit paru interstisial tepat waktu?

  1. Perhatikan dan perhatikan sesak napas dan batuk serta perasaan tidak nyaman lainnya.  2.Kunjungi rumah sakit dengan segera dan beri tahu spesialis pernapasan secara rinci tentang gejala awal dan riwayat kesehatan Anda, dan lakukan pemeriksaan fisik dan tes darah, EKG, dan tes lainnya yang relevan untuk memahami hubungan antara penyakit paru-paru dan penyakit sistemik.  3. Rontgen dada: Sebagai tes skrining rutin, sebagian besar penyakit paru interstisial dapat dideteksi, namun, sekitar 5-15% pasien dengan fibrosis yang signifikan akan memiliki presentasi rontgen dada yang normal.  4 . CT dada beresolusi tinggi (HRCT): HRCT memberikan gambar yang lebih akurat dan detail daripada radiografi dada konvensional, sehingga memiliki sensitivitas dan akurasi diagnosis yang lebih tinggi.  5 . Tes fungsi paru: Untuk mengevaluasi, apakah fungsi ventilasi dan pertukaran gas paru-paru terganggu? Latihan fungsi paru dapat membantu mendeteksi penyakit paru interstisial dengan gejala awal yang tidak terlihat jelas.  6. Analisis gas darah arteri: mendeteksi seberapa baik paru-paru menukar oksigen dan karbon dioksida. Mengevaluasi darah Anda untuk mengetahui adanya hipoksia dan retensi karbon dioksida?  7. Bronkoskopi: memungkinkan Anda memvisualisasikan lesi dalam lumen saluran bronkial. Selain itu, biopsi paru transmural transbronkial (TBLB) atau/dan bronchoalveolar lavage (BAL) melalui bronkoskopi dapat membantu mendiagnosis penyakit paru interstisial tertentu dan menyingkirkan penyakit lain yang perlu diidentifikasi, seperti tuberkulosis, tumor, dll. Kerugiannya adalah jaringan paru-paru yang diperoleh dengan bronkoskopi berukuran kecil dan seringkali tidak cukup untuk membuat diagnosis yang pasti.  8. Biopsi paru bedah: Melakukan biopsi paru transthoracoscopic yang dipandu televisi (VATS) atau biopsi paru paru terbuka kecil (OLB) untuk diagnosis patologis merupakan metode diagnostik yang paling langsung dan dapat diandalkan untuk pasien dengan diagnosis patologi paru yang tidak jelas atau pasien dengan fibrosis paru. Pemeriksaan ini dapat menentukan jenis patologis penyakit paru interstisial dan membantu dalam pemilihan pengobatan dan prognosis. Namun, tes ini bersifat invasif dan tidak direkomendasikan untuk semua pasien.