Kiat untuk musim panas yang aman bagi pasien jantung koroner

Penyakit jantung koroner cenderung lebih jarang terjadi pada musim panas daripada musim dingin, tetapi bukan berarti pasien atau orang yang berisiko dapat menganggap enteng penyakit ini. Hal ini karena insiden penyakit jantung koroner relatif tinggi di musim panas dibandingkan dengan penyakit umum lainnya. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ketika suhu meningkat, pembuluh darah di bawah kulit melebar dan aliran darah ke kulit meningkat tiga hingga lima kali lebih banyak dari biasanya, sementara jumlah darah yang kembali ke jantung menurun, yang secara langsung memengaruhi suplai darah ke otot jantung. Dalam lingkungan ini, rangsangan simpatis meningkat, denyut jantung meningkat, arteri koroner menyempit dan suplai oksigen miokard menurun, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung koroner. Untuk mencegah serangan jantung koroner di musim panas, pasien penyakit jantung koroner, terutama pasien penyakit jantung koroner lanjut usia, harus mulai dari aspek-aspek berikut. Pertama, saat berada di luar ruangan, pasien penyakit jantung koroner harus melakukan pekerjaan yang baik untuk mencegah panas, memakai topi matahari dan minum air yang cukup. Saat berada di dalam ruangan, Anda dapat menyalakan AC, tetapi suhunya tidak boleh terlalu rendah, lebih baik dijaga sekitar 25 derajat. Saat berolahraga, pilihlah di pagi hari yang lebih sejuk, bukan saat matahari bersinar, dan persingkat waktu olahraga. Jika cuaca panas dan lembab, olahraga di luar ruangan harus dikurangi atau bahkan dihentikan. Kedua, pasien dengan penyakit jantung koroner menjaga emosi yang sehat, hanya keseimbangan psikologis yang dapat menyeimbangkan fisiologis, fungsi normal organ tubuh, aliran darah, jauh dari ancaman serangan jantung. Ketiga, pola makan penderita penyakit jantung koroner harus ringan, tetapi bukan berarti tidak makan daging, bisa makan daging tanpa lemak, ikan, sesedikit mungkin makanan yang terlalu berminyak atau berlemak tinggi. Penderita penyakit jantung koroner juga bisa makan lebih banyak sayuran segar, buah-buahan, jamur hitam, produk kedelai, untuk memastikan asupan serat, serta gizi yang seimbang. Keempat, jika penderita penyakit jantung koroner tidur larut malam, sebaiknya tidak bangun terlalu pagi dan beristirahat yang cukup di siang hari untuk menambah waktu tidur yang kurang. Setengah jam sebelum tidur atau setelah bangun tidur di tengah malam dan pagi hari, pasien penyakit jantung koroner disarankan untuk minum air matang secukupnya. Selain itu, pasien penyakit jantung koroner harus menjaga agar perutnya tetap terbuka dan mengembangkan kebiasaan buang air besar secara teratur sekali sehari. Terakhir, pasien dengan penyakit jantung koroner harus berhenti merokok, karena merokok sangat berbahaya. Jenis atau dosis obat untuk penyakit jantung koroner dapat bervariasi di musim panas, jadi disarankan untuk menyesuaikannya di bawah bimbingan dokter. Karena musim panas juga merupakan musim untuk bepergian, pasien dengan penyakit jantung koroner harus membawa obat anti-angina untuk berjaga-jaga.