4 tanda-tanda kanker usus

Kanker usus meliputi kanker usus kecil dan kanker usus besar, dan manifestasinya bervariasi, tergantung pada lokasinya dari anus. Manifestasi klinis sebagian besar didasarkan pada perubahan kebiasaan buang air besar, darah dalam tinja, nyeri perut bagian bawah, dan massa perut. Ketika 4 sinyal yang jelas di atas muncul, kita perlu waspada akan terjadinya kanker usus dan harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan tepat waktu. Perubahan kebiasaan buang air besar: Sebagian besar terlihat pada kanker kolorektal, bisa berupa tinja yang tidak berbentuk, sembelit, atau sembelit dan diare bergantian, dan tinja bisa berupa tinja nanah atau tinja berlendir. Karena lokasi kanker usus halus tidak berdekatan dengan saluran anus, tinja umumnya tidak cacat. Darah dalam tinja: 1. Kanker usus kecil: karena lokasi kanker relatif jauh dari anus, sering kali terjadi pengeluaran tinja yang terputus-putus atau tinja berdarah, atau perdarahan berat, yang dapat bermanifestasi sebagai anemia kronis akibat perdarahan berulang dalam jangka panjang tanpa disadari; 2. Kanker kolorektal: karena lokasi kanker lebih dekat ke anus, sering kali ditemukan darah segar dalam tinja. Nyeri perut bagian bawah: 1. Kanker usus kecil: dapat berupa nyeri tersembunyi dan distensi di perut bagian bawah, dan bila dipersulit oleh obstruksi usus, kolik yang parah dapat terjadi; 2. Kanker kolorektal: sering kali nyeri tersembunyi yang persisten, dengan posisi yang tidak akurat, atau hanya ketidaknyamanan perut dan distensi perut, dan bila ada obstruksi usus, nyeri perut diperparah dan bisa menjadi kolik paroksismal. Massa perut: 1. Kanker usus kecil: karena panjang usus kecil yang panjang, massa lebih aktif dan lokasinya tidak tetap; 2. Kanker usus besar: massa berukuran besar dan keras, dan jika berada di kolon transversal dan kolon sigmoid, massa mungkin aktif. Jika kanker menyebabkan perforasi usus akibat infeksi, benjolan akan tetap pada posisinya dan mungkin mengalami nyeri tekan. Selain itu, pasien yang mengalami diare kronis jangka panjang, sesak napas, mual dan muntah, atau bahkan gejala anemia seperti pucat, pusing dan lemas harus waspada terhadap kanker usus dan harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk memperjelas diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu pemulihan.