Meskipun penggunaan obat imunosupresif penting dalam pengobatan nefritis lupus, namun hanya berfokus pada pengobatan lupus dan mengabaikan perlindungan fungsi ginjal yang pada akhirnya menyebabkan kegagalan pengobatan. Bahkan, jika kerusakan ginjal yang disebabkan oleh aktivitas lupus sudah parah, bahkan jika lupus tidak aktif, lesi ginjal dapat terus memburuk dan mengembangkan nefrosklerosis, yang mengarah ke insufisiensi ginjal. Oleh karena itu, selama pengobatan nefritis lupus, penting untuk memperhatikan perlindungan fungsi ginjal untuk menghindari insufisiensi ginjal. Beberapa pasien mungkin sudah memiliki berbagai tingkat insufisiensi ginjal pada saat konsultasi karena aktivitas lupus berulang atau pengobatan yang tertunda, dan juga harus mencoba untuk memperlambat perkembangan kerusakan ginjal. Untuk melindungi fungsi ginjal, pertama-tama kita harus memahami faktor apa saja yang dapat memperburuk kerusakan fungsi ginjal? 1. Hipertensi Nefritis lupus sering dipersulit oleh hipertensi, yang merupakan faktor risiko terbesar untuk kerusakan fungsi ginjal, sehingga pasien dengan nefritis lupus harus memperhatikan apakah tekanan darahnya meningkat, dan jika ya, harus dikontrol dengan ketat. 2, proteinuria Proteinuria tidak hanya mencerminkan kerusakan glomerulus, tetapi juga menyebabkan kerusakan glomerulus interstitial, yang mengarah pada perkembangan penyakit ginjal, oleh karena itu, mengurangi proteinuria, menunda perkembangan penyakit ginjal, dapat berperan dalam melindungi fungsi ginjal. 3. Obat-obatan nefrotoksik Banyak obat yang merusak ginjal, seperti sulfonamid, antibiotik aminoglikosida (kanamisin, gentamisin, dll.), polimiksin B dan antibiotik lainnya; obat tradisional Tiongkok (terutama guanmutong, antijamur, dll.); obat antipiretik dan analgesik; dan obat logam berat (penisilamin, dll.). Hindari penggunaan obat-obatan tersebut sejauh mungkin untuk menghindari kerusakan ginjal yang semakin parah. 4. Infeksi Selama pengobatan nefritis lupus (terutama selama beberapa bulan pertama terapi induksi), infeksi, termasuk bakteri, virus, jamur, protozoa, dll., kemungkinan besar akan terjadi. Infeksi sering menyebabkan kambuhnya atau memburuknya penyakit, sehingga perhatian harus diberikan pada pencegahan dalam kehidupan sehari-hari dan menghindari tempat-tempat ramai untuk mengurangi terjadinya infeksi. Begitu infeksi terjadi, harus segera mencari pertolongan medis. 5, Obesitas Obesitas saat ini merupakan masalah utama di dunia yang membahayakan kesehatan masyarakat, obesitas tidak hanya merupakan faktor risiko hiperlipidaemia, hipertensi dan penyakit jantung koroner, tetapi juga dapat meningkatkan proteinuria dan memperparah kerusakan ginjal. Tentu saja, ada faktor lain, seperti insufisiensi jantung, asidosis, gangguan elektrolit, hiperlipidemia, dll., yang harus dikoreksi dalam proses pengobatan.