Diet yang tepat dapat mencapai tujuan untuk melawan efek samping terapi hormon, mengurangi gejala dan mengisi kembali energi dan nutrisi yang dikonsumsi karena penyakit ini. 1. Protein berkualitas tinggi: Penderita nefritis lupus kehilangan banyak protein dari urin, yang dapat menyebabkan hipoproteinemia, tetapi karena gangguan fungsi ginjal tidak boleh makan banyak makanan berprotein tinggi. Hal ini dapat dilengkapi dengan asupan protein berkualitas tinggi yang memadai, seperti susu, putih telur, daging, ikan dan makanan kaya protein lainnya, dan mengurangi asupan protein nabati. 2. Diet rendah gula: Karena pasien dengan nefritis lupus sebagian besar mengonsumsi glukokortikoid untuk waktu yang lama, mereka rentan terhadap diabetes steroid dan sindrom Cushing, sehingga mereka harus mengontrol makanan mereka dengan tepat dan makan lebih sedikit makanan dengan kadar gula tinggi. 3. Diet rendah garam: Pasien dengan nefritis lupus rentan terhadap retensi air dan natrium akibat kerusakan ginjal, menyebabkan oedema dan peningkatan tekanan darah, sehingga pasien juga harus membatasi asupan air dan makan makanan rendah garam untuk menghindari memperparah beban pada ginjal. 4. Suplemen kalsium untuk mencegah osteoporosis yang disebabkan oleh penggunaan glukokortikoid jangka panjang; makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang kaya vitamin. Faktanya, rejimen diet untuk lupus eritematosus adalah kompleks dan bervariasi dari orang ke orang, dan masalah individu harus ditangani secara individual karena perbedaan besar antara pasien. Prinsipnya adalah tidak “tersedak makanan” atau “sembrono”, dan pasien dapat melakukan penyesuaian yang tepat sesuai dengan kondisi dan status fisik mereka.