Bahu beku didiagnosis dengan pemeriksaan fisik, sinar-X dan pencitraan resonansi magnetik. Rinciannya adalah sebagai berikut: 1. Pemeriksaan fisik: pasien mengalami nyeri bahu yang parah, gerakan bahu terbatas, ketidakmampuan untuk mengangkat lengan atau bahkan memperpanjangnya ke belakang; 2. X-ray: tidak secara langsung membantu dalam diagnosis bahu beku, tetapi dapat digunakan sebagai prosedur diagnostik rutin untuk mengesampingkan kemungkinan pengapuran tendon, akromion bengkok atau osteofit akromion dan lesi lain dari jaringan tulang sendi bahu itu sendiri; 3. MRI: dengan jelas menunjukkan sendi bahu di sekitarnya ligamen, tulang rawan, labrum artikular dan sinyal struktural lainnya, serta manifestasi inflamasi yang luas.