Tes apa yang dilakukan untuk menentukan depresi

Ada dua komponen utama untuk diagnosis atau pemeriksaan depresi, sebagai berikut: 1. Tes eksklusi: depresi disebabkan oleh disfungsi otak atau merupakan penyakit otak, jadi pertama-tama, tes yang berhubungan dengan otak seperti CT, MRI, atau bahkan PET-CT, EEG, dll. harus dilakukan. Kedua, aspek somatik harus diperiksa, karena hipotiroidisme dan hipertiroidisme dapat memengaruhi suasana hati, jadi gangguan endokrin ini harus disingkirkan. Selain itu, pasien yang lebih tua memiliki hipertensi dan diabetes. Semua penyakit ini harus diperiksa dan dikesampingkan untuk menentukan apakah depresi disebabkan oleh penyakit somatik; 2. Penilaian untuk aspek suasana hati melankolis, seperti apakah ada halusinasi, delusi, depresi, dll., berapa tingkat depresi, apakah ringan atau berat, dan apakah ada manifestasi mania, karena penyebab depresi sering mengalami mania; 3. Komunikasi antara dokter dan pasien Percakapan tersebut, juga disebut pemeriksaan psikiatrik. Selama percakapan, adalah mungkin untuk mengetahui keadaan depresi pasien, tingkat keparahan depresi dan apakah ada kecenderungan bunuh diri. Pemeriksaan ini juga merupakan penilaian psikologis yang sangat penting.