Apa saja biomarker cedera ginjal akut dini?

  Diagnosis klinis cedera ginjal akut (AKI) saat ini didasarkan pada kreatinin darah dan keluaran urin. Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah mengidentifikasi sejumlah biomarker urin dan darah yang lebih sensitif daripada kreatinin dan volume urin dan dapat membantu dalam diagnosis dini AKI, berdasarkan hasil studi proteomik. Biomarker ini berubah selama fase “risiko” sebelum fase “cedera” AKI dan dapat secara lebih akurat mencerminkan perkembangan kerusakan ginjal AKI.  Biomarker cedera ginjal akut meliputi beberapa kategori: 1) biomarker disfungsi ginjal: misalnya kreatinin serum, sistatin C; 2) biomarker cedera glomerulus: misalnya mikroalbumin urin; 3) biomarker cedera tubulus: misalnya mikroalbumin urin, sistatin-C serum, glukosa urin; 4) biomarker regulasi adaptif cedera sel/jaringan ginjal: misalnya NGAL urin, KIM-1 urin. NGAL, KIM-1 urin, IL-18 urin, dll. Penggunaan klinis penanda cedera ginjal ini dapat membantu meningkatkan diagnosis AKI.