Pengobatan cedera ginjal akut

AKI dan RRT Cedera ginjal akut (AKI) adalah kelompok sindrom klinis yang umum. Mekanisme patofisiologis dan laju perkembangan AKI bervariasi tergantung pada penyebabnya, dan pengobatan serta hasilnya sangat bervariasi. Terdapat berbagai macam pengobatan yang tersedia untuk AKI, tetapi modalitas pengobatan utama tetap merupakan terapi suportif yang didasarkan pada terapi pengganti ginjal (RRT). Meskipun berbagai modalitas RRT telah digunakan di klinik, seperti hemodialisis intermiten (IHD), hemofiltrasi terus menerus, dan baru-baru ini, dialisis efisiensi rendah yang berkelanjutan (SLED), morbiditas dan mortalitas yang terkait dengan AKI belum meningkat secara signifikan. Namun, angka kematian yang terkait dengan AKI belum membaik secara signifikan dan melebihi 50% pada pasien yang sakit kritis. Oleh karena itu, selain pengobatan dini, kunci untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien AKI adalah dengan memilih pengobatan yang paling tepat sesuai dengan etiologi dan mekanisme patofisiologis pasien. Dalam satu dekade terakhir ini, penggunaan terapi pengganti ginjal berkelanjutan (CRRT), seperti Continuous Veno-Venous Haemofiltration (CVVH), telah dipromosikan dalam praktik klinis. Keuntungan utama dari teknik ini adalah efektivitas dialisis yang tinggi dan dampak hemodinamik yang rendah, dan oleh karena itu teknik ini memainkan peran penting dalam penyelamatan AKI yang parah, dan kemanjurannya luar biasa. Namun, perlu diperhatikan bahwa teknik CRRT ini tidak hanya membutuhkan peralatan khusus, tetapi juga sangat mahal untuk digunakan, dengan biaya CVVH sekitar RMB 200-300 per jam di rumah sakit tersier rata-rata, dan total biaya perawatan bisa mencapai RMB 10.000 atau lebih. Perawatan ini merupakan beban keuangan yang sangat besar bagi negara, keluarga, dan individu. Faktanya, hanya sebagian kecil AKI yang secara klinis bermanifestasi sebagai kegagalan multi-organ (MOF) dan sebagian besar AKI di Tiongkok dapat diobati secara lokal dengan pengobatan yang lebih sederhana dan lebih hemat biaya daripada CRRT. Dialisis peritoneal (PD) menggunakan peritoneum sebagai membran dialisis alami untuk mengeluarkan zat-zat beracun dari dalam tubuh. Edisi berikutnya akan berfokus pada penggunaan PD dalam pengobatan AKI. Edisi berikutnya akan berfokus pada penggunaan PD yang tepat dalam pengobatan sindrom AKI.