Cedera manset rotator pada orang paruh baya dan lanjut usia sering disebabkan oleh ketegangan kronis, perubahan degeneratif pada manset rotator dan tekstur yang rapuh, dan oleh karena itu biasanya terjadi pada bahu kebiasaan. Gejala: nyeri bahu yang berulang atau terus-menerus; nyeri yang meningkat pada malam hari, terutama ketidakmampuan untuk tidur pada sisi yang terkena; kehilangan kekuatan otot, terutama ketika mencoba mengangkat lengan atas; mobilitas sendi yang terbatas. Bahu beku adalah sekelompok kelainan yang terjadi pada lokasi anatomi yang berbeda dan memiliki berbagai fitur patologis, termasuk: tendonitis kalsifikasi, bursitis subakromial adhesif, tendonitis biseps, tendonitis supraspinatus, sindrom pelampiasan, robekan cedera rotator cuff, dll. Literatur saat ini tentang periartritis sering mengacu secara khusus pada capsulitis adhesive, yang penyebabnya tidak diketahui, dan manifestasi klinis utamanya adalah nyeri dan gerakan bahu yang terbatas, sehingga disebut ‘bahu beku’. Perawatan cedera rotator cuff mengharuskan pasien untuk menjaga bahu tetap istirahat total, tanpa gerakan, dan merawatnya untuk memulihkan tingkat kerusakan otot. Hal yang sebaliknya berlaku untuk bahu beku, yang memerlukan gerakan untuk meningkatkan sendi bahu untuk meningkatkan suplai darah dan memperbaiki gejala inflamasi.