Ini adalah pertanyaan yang menjadi perhatian besar di seluruh dunia, dan di masa lalu, para ahli anestesi mungkin memberikan jawaban yang kurang jelas kepada keluarga anak-anak berdasarkan pengalaman klinis mereka. Untungnya, sekarang ada jawaban ilmiah untuk pertanyaan ini. The Lancet, sebuah jurnal medis terkemuka, menerbitkan hasil penelitian terkontrol secara acak multi-pusat terhadap 28 rumah sakit di tujuh negara, termasuk Australia, Italia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Belanda, dan Selandia Baru. Penelitian ini merekrut bayi yang lahir pada usia kehamilan lebih dari 26 minggu, berusia kurang dari 60 minggu dan membutuhkan perbaikan hernia inguinalis, serta mengecualikan bayi yang memiliki faktor risiko cedera saraf. Bayi yang diikutsertakan dipilih secara acak dan 363 bayi menerima anestesi lokal secara sadar (anestesi spinal) dan 359 bayi menerima anestesi umum sevoflurane. Semua bayi dinilai pada usia 2 tahun dengan menggunakan Bayley Infant and Toddler Development Scale III Composite Cognitive Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anestesi umum sevoflurane selama kurang dari 1 jam pada masa bayi tidak meningkatkan risiko hasil perkembangan saraf yang merugikan pada usia 2 tahun dibandingkan dengan anestesi lokal. Penelitian ini memberi tahu para orang tua bahwa anestesi umum pada bayi dan anak-anak aman dan tidak menyebabkan efek perkembangan saraf yang merugikan.