Hipo-kecerdasan adalah suatu kondisi di mana IQ seseorang berada di bawah 70 atau 75 dan jauh di bawah rata-rata. Seorang anak dengan IQ rendah dapat secara signifikan berada di belakang norma dalam beberapa hal. Pertama, penyesuaian sosial anak sangat buruk. Anak yang lebih muda tidak dapat berkomunikasi dan bermain dengan baik dengan anak-anak seusianya, anak yang lebih tua tidak dapat berintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat, anak usia sekolah tidak dapat belajar atau bersekolah secara normal, anak memiliki kemampuan belajar yang buruk, daya ingat dan kemampuan meniru yang buruk, serta kemampuan menghitung secara logis. Hal ini berarti bahwa anak tersebut tidak dapat hidup seperti anak normal lainnya dan seiring dengan bertambahnya usia, anak tersebut akan menjadi orang yang memiliki keterbatasan intelektual saat dewasa. Kecerdasan emosional dan kemampuan manajemen diri anak juga sangat buruk, dan anak biasanya hiperaktif dan mudah tersinggung, terkadang memukul dan merusak orang lain. Beberapa anak dengan keterbelakangan mental bawaan memiliki penampilan wajah tertentu, misalnya, anak-anak dengan kebodohan bawaan memiliki fitur eksternal yang khas. Anak-anak dengan keterbelakangan mental mengalami keterlambatan perkembangan bahasa dan tidak dapat berkomunikasi secara normal secara verbal. Anak dengan keterbelakangan mental juga mengalami keterlambatan perkembangan motorik, dengan semua gerakan berkembang lebih lambat daripada anak normal seusianya. Ketika seorang anak menunjukkan salah satu dari tanda-tanda di atas, orang tua harus menggunakan gejala-gejala ini untuk menentukan apakah anak mereka mengalami keterbelakangan mental. Jika Anda mencurigai bahwa anak Anda mengalami keterbelakangan mental, Anda harus membawa anak Anda ke rumah sakit untuk pemeriksaan.