Cara mengobati keterbelakangan mental

Pengobatan keterbelakangan mental dapat dibagi menjadi pengobatan etiologis, pelatihan dan rehabilitasi, dan pengobatan simtomatik. 1. Pengobatan etiologi: Meskipun tidak ada pengobatan yang efektif untuk sebagian besar penyebab, mereka yang memiliki kemungkinan pengobatan harus diobati sejak dini. Sebagai contoh, fenilketonuria harus diobati sejak dini dengan diet rendah fenilalanin; galaktosemia harus diobati dengan menghentikan makanan olahan susu sejak dini dan menggantinya dengan makanan bertepung seperti tepung beras dan terigu; hipotiroidisme kongenital harus diobati dengan terapi penggantian tiroksin yang dimulai segera setelah lahir. 2. Pelatihan dan rehabilitasi: biasanya dari yang sederhana hingga yang kompleks, dari yang mudah hingga yang sulit. Anak-anak dengan hipotiroidisme ringan hingga sedang harus dilatih keterampilan kerja dengan tujuan untuk menjadi mandiri. Sebagian besar anak yang terkena dampak ringan dapat mendekati kualitas hidup normal di masa dewasa, terutama yang memiliki sosial budaya yang lebih rendah, dan dengan intervensi pendidikan dini dapat mencapai kecerdasan dan kemampuan beradaptasi yang normal. Untuk kasus yang parah dan sangat parah, fokusnya adalah melatih kemampuan untuk merawat diri sendiri. 3. Pengobatan simtomatik: Pengobatan diberikan untuk gejala-gejala yang menyertainya. Sebagai contoh, obat anti epilepsi dapat diberikan untuk epilepsi, terapi rehabilitasi fisik untuk cerebral palsy, dan perawatan ortopedi untuk disfungsi penglihatan dan pendengaran. Aspek yang paling mendasar untuk mengurangi kejadian keterbelakangan mental adalah pencegahan. Hal ini mencakup konseling genetik, perawatan perinatal, skrining gangguan metabolisme genetik neonatal, pemantauan cacat lahir, dll.