Kanker tiroid papiler dikombinasikan dengan

  Latar Belakang: Tiroiditis Hashimoto (HT) diduga terkait dengan peningkatan risiko kanker tiroid papiler (PTC). Untuk menyelidiki kemungkinan dampak HT pada prognosis pasien dengan PTC, kami mengevaluasi faktor klinis yang terkait dengan hal itu, khususnya kadar tiroid-stimulatinghormone (TSH) serum. Bahan dan metode: Analisis retrospektif terhadap 2.478 pasien yang menjalani operasi tiroid antara tahun 2004 dan 2012 dilakukan, membandingkan karakteristik demografi umum seperti jenis kelamin dan usia, serta kadar TSH serum, autoantibodi tiroid dan faktor lain yang mungkin berdampak pada PTC. Hasil: Dibandingkan dengan pasien dengan penyakit tiroid nodular jinak, pasien dengan PTC memiliki tingkat komorbiditas HT yang lebih tinggi (18,8% vs 7,2%, P<0,001), kadar TSH serum yang lebih tinggi (2,02 ± 1,76mIU / L vs 1,46 ± 1,21mIU / L, P<0,001), dan tingkat kepositifan TGAb, TPOAb yang lebih tinggi (40,0%). vs 20,4%, P<0,001; 24,8% vs 12,5%, P<0,001). Hasil ini tetap berlaku setelah mengecualikan semua pasien dengan HT. Kadar TSH serum secara signifikan lebih tinggi pada pasien PTC dengan kombinasi HT dibandingkan dengan yang tidak (2,54±2,06mIU/L vs 1,90±1,66mIU/L, P=0,001). Pasien PTC dengan HT gabungan memiliki usia yang lebih muda, proporsi wanita yang lebih tinggi, ukuran tumor yang lebih kecil, dan stadium TNM yang lebih rendah daripada mereka yang tidak memiliki HT gabungan, menunjukkan bahwa pasien PTC dengan HT mungkin memiliki prognosis yang lebih baik. Dalam analisis multifaktorial, gabungan HT, kadar TSH tinggi, laki-laki, dan kepositifan TGAb terbukti menjadi faktor risiko independen untuk PTC. Kesimpulan: HT yang didiagnosis secara patologis dikaitkan dengan peningkatan risiko PTC, terutama karena kecenderungan hipotiroid HT dapat menyebabkan peningkatan kadar TSH serum. Sebaliknya, autoimunitas, faktor independen lain yang meningkatkan risiko PTC, dapat meningkatkan prognosisnya.