Pasien tinnitus lansia umumnya dapat memperbaiki gejala melalui perawatan hidup, pengobatan, dan perawatan instrumental dan bedah.
1. Perawatan hidup: Pasien tinnitus harus menggabungkan pekerjaan dan istirahat dalam kehidupan sehari-hari, menghindari kelelahan yang berlebihan, memperhatikan kebiasaan makan yang teratur, menghindari makanan pedas dan merangsang, memonitor gula darah, tekanan darah, dll., untuk mengurangi kemungkinan tinnitus yang disebabkan oleh suplai darah.
2. Pengobatan: Penderita tinnitus dapat mengonsumsi obat vasodilatasi atau obat yang menutrisi saraf, seperti tablet yang dapat didispersikan metilkobalamin dan kapsul sitarabin, di bawah bimbingan dokter untuk meringankan dan memperbaiki gejalanya, dan bagi mereka yang alergi terhadap obat tersebut dilarang untuk menggunakannya.
3. Perawatan instrumental dan bedah: Ketika tinitus disertai dengan gangguan pendengaran, yang memengaruhi kehidupan dan komunikasi, alat bantu dengar dapat digunakan untuk meningkatkan pendengaran dan menutupi tinitus. Pasien dengan tuli sensorineural yang parah dan dalam serta tinitus di kedua telinga dapat memilih operasi implan rumah siput untuk memperbaiki gangguan pendengaran dan menekan tinitus.
Dianjurkan agar pasien dengan tinnitus pikun harus mempertahankan sikap positif ketika gejala muncul, pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, dan menstandarisasi penggunaan obat dan perawatan di bawah bimbingan dokter.