Tiga pilar kesehatan yang baik: diet ringan, olahraga ringan, sikap yang baik 1, untuk mencegah aterosklerosis: aterosklerosis adalah “musuh” utama demensia, atur pola makan, kurangi garam, dan lakukan aktivitas fisik yang sesuai untuk membantu mencegah aterosklerosis. Hindari menggunakan peralatan minum aluminium: begitu garam aluminium masuk ke dalam tubuh, garam aluminium pertama kali disimpan di otak, sehingga memicu demensia. 3 . Berhenti merokok dan alkohol: nikotin, kadmium, timbal dan zat beracun lainnya dalam alkohol dan tembakau serta metanol dalam alkohol akan membuat serabut saraf otak mengalami degenerasi vakuola granular. 4, sering melakukan aktivitas jari: selain aktivitas tubuh secara keseluruhan, cobalah untuk melakukan lebih banyak aktivitas jari. Aktivitas jari, terutama gerakan tangan yang tepat, seperti: memasang benang, menyulam, merajut, dll. dapat merangsang otak untuk mencegah degenerasi otak, dan semakin kompleks polanya, semakin baik efeknya. 5. Menumbuhkan lebih banyak minat dan memperkuat rangsangan panca indera: dapat mengaktifkan sel-sel otak dan mencegah otak dari penuaan. Lansia menggunakan waktu luang mereka untuk membaca, membaca koran, bermain catur, bermain piano, mendengarkan radio, menonton TV …… Singkatnya, setiap hari ke otak “sedikit lebih banyak stimulasi, lebih sedikit demensia”. 6, lebih mudah bergaul, kontak yang luas dengan semua aspek populasi: biasanya aktif berpartisipasi dalam kegiatan kolektif tidak meninggalkan pintu, dua pintu tidak pergi, sendirian, yang bermanfaat bagi pemeliharaan kekuatan otak. 7, mempelajari hal-hal baru: dapat memperkuat aktivitas berpikir otak, memperlancar peredaran darah otak dan metabolisme sel otak. 8, untuk mempertahankan penyebab pengejaran yang gigih: “hidup sampai tua, belajar sampai tua”, data survei menunjukkan bahwa orang yang tidak melakukan apa-apa sepanjang hari menderita proporsi demensia yang lebih tinggi.