Khawatir tentang konsep dan presentasi klinis demensia?

Fokus pada Demensia Apa itu demensia? Demensia adalah sindrom disfungsi kognitif progresif yang didapat, yang memengaruhi isi kesadaran, bukan tingkat kesadaran. Disfungsi kognitif meliputi berbagai tingkat gangguan dalam memori, bahasa, dan fungsi visuospasial, kelainan kepribadian dan berkurangnya kemampuan kognitif (menggeneralisasi, menghitung, menilai, mensintesis, dan memecahkan masalah), yang sering kali disertai dengan kelainan perilaku dan afektif, dan penurunan yang nyata pada kemampuan pasien untuk melakukan fungsi kehidupan sehari-hari, sosial, dan pekerjaan. Apa yang dimaksud dengan penyakit Alzheimer? Penyakit Alzheimer, yang juga dikenal sebagai penyakit Alzheimer, adalah degenerasi degeneratif kronis pada otak. Manifestasi klinisnya meliputi gangguan memori jauh dan dekat yang progresif, kemunduran kemampuan analitis dan penilaian, perubahan suasana hati, gangguan perilaku, dan bahkan kesadaran yang kabur, dan akhirnya kematian. Serangan yang tersembunyi, onset bertahap, dengan kecacatan intelektual sebagai penyakit progresif kronis utama, anggota keluarga sering tidak dapat mengetahui kapan pasien mulai menderita penyakit ini, hingga gejala demensia lebih jelas pada pemeriksaan rumah sakit. Apa saja tanda-tanda penyakit Alzheimer? Pelupa; pasien mungkin lupa membawa makanan ke meja makan atau bahkan lupa makanan yang telah disiapkan. Penggunaan kata-kata yang tidak memadai; pasien mungkin lupa bahkan kata-kata sederhana atau mungkin tidak dapat mengekspresikan dirinya menggunakan frasa yang tepat. Konsep waktu dan tempat yang membingungkan; pasien mungkin tersesat di jalan-jalan dan pintu-pintu di dekat kediamannya. Berkurangnya penilaian; pasien mungkin benar-benar melupakan anak-anak yang diasuhnya dan meninggalkan rumah, atau mungkin mudah tertipu. Kehilangan kemampuan berpikir abstrak; pasien sering lupa kata sandi yang telah ditetapkannya untuk buku tabungan dan jumlah uang yang telah disimpan. Menyimpan benda-benda di tempat yang tidak semestinya; pasien sering meletakkan benda-benda di tempat yang tidak semestinya atau menyimpan banyak barang bekas seperti kertas bekas dan kain seolah-olah benda-benda tersebut adalah harta karun. Perubahan temperamen dan perilaku; dalam waktu singkat, perilaku dan suasana hati dapat berubah dari keadaan tenang menjadi menangis atau membentak. Perubahan kepribadian; kepribadian pasien dapat mengalami perubahan yang drastis dan tidak rasional, seperti mudah curiga dan tidak percaya pada orang lain. Kehilangan inisiatif; sering menjadi lebih malas dari sebelumnya dan enggan berpartisipasi dalam kegiatan apa pun, bahkan yang biasanya ia nikmati. Ada juga kurangnya antusiasme terhadap orang lain. Apa saja manifestasi penyakit Alzheimer? 1 . Manifestasi awal: berbagai manifestasi dapat terjadi. Gangguan memori adalah manifestasi pertama, terutama gangguan memori dekat, peristiwa hari itu, baru saja dilakukan atau kata-kata yang diucapkan tidak dapat diingat, nama-nama orang yang dikenal tidak dapat diingat, lupa janji dan sebagainya. Hal ini diikuti dengan gangguan memori jauh, orientasi waktu dan tempat. Defisit kognitif meliputi berkurangnya kemampuan untuk memperoleh pengetahuan baru, menggunakan bahasa dengan baik dan bersosialisasi, ketidakmampuan untuk berbicara dalam kalimat yang lengkap, berkurangnya bahasa lisan, kesulitan dalam menemukan kata-kata, salah pengucapan, berkurangnya kemampuan berbicara, gangguan pemahaman membaca, kesalahan perhitungan akun, pembayaran yang tidak tepat, dan ketidakmampuan untuk melakukan penghitungan sederhana. Gangguan spasial dapat mencakup ketidakmampuan untuk mengenakan mantel, ketidakmampuan untuk merogoh lengan baju, ketidakmampuan untuk menyejajarkan sudut taplak meja dengan sudut meja, ketidakmampuan untuk tersesat atau tidak mengenali pintu rumah, ketidakmampuan untuk menggunakan benda-benda yang biasa digunakan seperti sumpit dan sendok, dan sebagainya. 2. Manifestasi tahap akhir: pasien kehilangan rahmat sosial di masa lalu, seperti gelisah, tidak terawat, dan kebersihan yang buruk. Gejala mental menonjol, seperti depresi, ketidakpedulian, agitasi, atau euforia, psikosis dengan paranoia. Berkurangnya inisiatif, bicara sendiri, dan takut ditinggal sendirian. Terjadi waham yang terpisah-pisah, seperti kecurigaan bahwa pasangannya yang sudah lanjut usia berselingkuh; perilaku eksentrik, seperti kecurigaan bahwa anak-anaknya mencuri uang dan harta bendanya, dan menyembunyikan benda-benda yang tidak berharga sebagai harta karun. Inkontinensia yang parah, kembar otot, kejang, diam, terbaring di tempat tidur, dan sebagainya. Kematian sering terjadi karena malnutrisi, luka baring, pneumonia, dan komplikasi fisik lainnya. Apakah penyakit Alzheimer merupakan penyakit keturunan? Meskipun penyebab penyakit Alzheimer masih belum jelas, banyak ahli percaya bahwa faktor genetik mungkin menjadi salah satu penyebab utama. Sejauh ini, tiga gen telah ditemukan terkait dengan penyakit Alzheimer, yang masing-masing terletak pada kromosom 14, 19, dan 21. Penelitian telah menunjukkan bahwa risiko penyakit Alzheimer pada keluarga pasien lebih tinggi daripada populasi umum, dan risiko kumulatif penyakit Alzheimer pada keluarga tingkat pertama pasien yang hidup sampai usia 90 tahun adalah 50 persen. Oleh karena itu, jika ada pasien dengan penyakit Alzheimer dalam keluarga, maka harus ada kewaspadaan yang tinggi serta pencegahan dan pengobatan dini. Apa hubungan antara perubahan neurotransmitter dan penyakit Alzheimer? Sistem saraf pusat bergantung pada neurotransmitter untuk memainkan peran pengaturan, dan ada banyak neurotransmitter penting dalam sistem saraf. Penelitian telah menunjukkan bahwa asetilkolin memainkan peran khusus dalam fungsi kognitif seperti belajar dan memori, dan bahwa 5-hydroxytryptamine adalah pemancar penting untuk menjaga kecerdasan normal di otak. Pada korteks serebral dan sulkus hipokampus pasien dengan penyakit Alzheimer, aktivitas kolin asetilase dan aktivitas asetilkolinesterase menurun secara signifikan; kolin asetilase adalah enzim biosintesis asetilkolin, dan penurunannya mengindikasikan kekurangan asetilkolin. Aktivitas asetilkolin yang tidak mencukupi merupakan manifestasi abnormal awal penyakit Alzheimer dan dapat menjadi penyebab hilangnya memori pada pasien. Dalam beberapa tahun terakhir, telah ditemukan bahwa sistem 5-hydroxytryptamine juga sangat terganggu pada pasien dengan penyakit Alzheimer, sehingga fungsi mempertahankan kecerdasan normal di otak menjadi terganggu. Faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer? Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer antara lain: 1) bertambahnya usia; 2) tingkat pendidikan yang rendah; 3) tingkat ekonomi yang rendah; 4) disfungsi kekebalan tubuh; 5) infeksi virus; 6) riwayat trauma kraniocerebral; 7) menjadi janda; 8) hidup sendiri; 9) depresi Apa saja ciri-ciri patologis penyakit Alzheimer? Gambaran patologis utama penyakit Alzheimer adalah: 1) atrofi otak; 2) hilangnya sel-sel saraf; 3) kusutnya serat-serat progenitor saraf; 4) plak pikun: 5) degenerasi vakuola granular. Apakah pesimisme dan kecemasan dapat menyebabkan demensia? Karena kehidupan, pekerjaan dan alasan lainnya, banyak teman menjadi negatif, pesimis, cemas dan depresi setelah tertimpa musibah. Sebuah penelitian terbaru oleh para ilmuwan Amerika menunjukkan bahwa orang dengan emosi negatif seperti pesimisme, kecemasan dan depresi mungkin lebih rentan terhadap demensia daripada mereka yang memiliki sikap positif.