Penyakit Alzheimer (AD) adalah penyakit neurodegeneratif yang progresif dengan onset yang berbahaya. Penyakit ini secara klinis ditandai dengan gangguan memori, afasia, disartria, disorientasi, gangguan kemampuan visuospasial, disfungsi eksekutif, serta perubahan kepribadian dan perilaku, dll. Penyebab penyakit ini masih belum diketahui. Mereka yang mengalami penyakit ini sebelum usia 65 tahun disebut sebagai pikun dini, dan mereka yang mengalami penyakit ini setelah usia 65 tahun disebut sebagai penyakit Alzheimer. Saat ini, tidak ada obat khusus untuk penyakit Alzheimer, dan sangat penting untuk melakukan perawatan yang baik. Perawatan harus dimulai dari aspek-aspek berikut: 1, membantu kehidupan sehari-hari pasien: lansia demensia dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan perawatan diri yang buruk, keluarga meminta mereka untuk bangun dan tidur tepat waktu, makan, sehingga hidup mendekati pola normal. Pertahankan kebiasaan kebersihan diri yang baik. Minta mereka untuk menyikat gigi dan mencuci muka di pagi dan sore hari, rajin memotong kuku, mencuci rambut dan mandi secara teratur, serta rajin mengganti pakaian dalam dan tempat tidur. Pada siang hari, cobalah untuk melakukan aktivitas yang baik untuk kesehatan fisik dan mental. Pasien sering mengalami gangguan tidur, dan perlu menciptakan kondisi agar pasien tertidur. 2 . Memperkuat pelatihan fungsional pasien: harus ditekankan bahwa membantu pasien untuk menjaga kehidupan pribadinya bukanlah melakukan segalanya untuk pasien, yang artinya adalah mengawasi, memeriksa dan membimbing, dan tujuannya adalah untuk menjamin kebutuhan pasien dalam hidup, melatih kemampuannya untuk mengurus hidupnya sendiri, dan memperlambat penurunan kecerdasan. 3, perhatikan perawatan keselamatan: jangan biarkan pasien keluar sendirian, agar tidak tersesat, tas pakaian yang terbaik adalah meletakkan nama pasien tertulis, alamat, nomor kontak kartu atau kain, seperti jika hilang, mudah ditemukan. Catu daya rumah, pisau dan gunting serta barang berbahaya lainnya harus diletakkan di tempat yang aman untuk mencegah pasien dari kecelakaan. Yang terbaik adalah ditemani setiap saat. 4 . Memperbaiki lingkungan keluarga: fasilitas keluarga harus memfasilitasi kehidupan, aktivitas, dan kesenangan pasien, sehingga pasien akan menghargai kepedulian dan dukungan keluarga terhadapnya, dan mendorong pasien untuk membangun kepercayaan diri dalam mengatasi penyakitnya.