Ketika pasien dengan penyakit arteri koroner telah menjalani operasi bypass arteri koroner dan siap untuk dipulangkan dari rumah sakit, para profesional kesehatan akan sering membuat daftar panjang tindakan pencegahan yang harus dilakukan setelah keluar dari rumah sakit. Hal ini karena penyakit jantung koroner disebabkan oleh aterosklerosis, yang merupakan penyakit sistemik yang berkembang secara bertahap. Pembedahan hanya dapat menghilangkan penyakit lokal, tetapi tidak dapat menghentikan perkembangan aterosklerosis sistemik, sehingga perlu dilakukan perawatan pasca operasi yang baik. Xu Huashan, Departemen Bedah Kardiovaskular, Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou Mengontrol tekanan darah, gula darah dan lemak darah. Siapa pun yang telah menjalani operasi cangkok bypass arteri koroner harus berhenti merokok dan membatasi alkohol, menjaga tekanan darah di bawah 130/80mmHg, dan mengontrol berat badan secara moderat. Pasien diabetes harus mengontrol glukosa darah puasa sekitar 6mmol/L, glukosa darah postprandial dua jam harus dikontrol pada 8mmol/L atau kurang, dan hemoglobin terglikasi kurang dari 7%. Lipid juga harus dikontrol, kolesterol total harus lebih rendah dari 4.68mmol/L, LDL harus lebih rendah dari 2.60mmol/L, trigliserida harus lebih rendah dari 1.70mmol/L, dan HDL harus lebih tinggi dari 1.0mmol/L. Perkembangan bertahap, aktivitas yang sesuai. Pasien harus berpartisipasi dalam kegiatan di luar ruangan dengan tepat setelah operasi. Minggu pertama pasca operasi: Jalan kaki harus dilakukan dua kali sehari selama 5 menit setiap kali. Minggu ke-2 pasca operasi: Berjalanlah dua kali sehari selama 10 menit setiap kali berjalan. Minggu ke-3 pasca operasi: Berjalanlah dua kali sehari selama 20 menit setiap kali berjalan. Minggu ke-4 pasca operasi: Tingkatkan secara bertahap hingga 30 menit setiap kali berjalan. Hal ini secara bertahap akan meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat otot dan tulang. Jika ketidaknyamanan seperti nyeri dada, sesak napas, asma, dan kelelahan terjadi saat berjalan kaki, aktivitas harus segera dihentikan. Patuhi pengobatan. Pasien harus bersikeras untuk mengonsumsi antikoagulan oral untuk mencegah agregasi trombosit, seperti aspirin, dan obat-obatan untuk meningkatkan fungsi diastolik jantung, seperti Betalucil, setelah operasi. Pemeriksaan rutin. Pasien pasca operasi harus menjalani pemeriksaan rawat jalan kardiologi secara teratur dan harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti sesak dada atau nyeri dada.