Sindrom Atresia: juga dikenal sebagai atresia atau deafferentation, adalah sindrom klinis yang disebabkan oleh lesi di dasar batang otak. Gambaran klinis 1, pasien tidak dapat berbicara, quadriplegia, kelumpuhan saraf otak di bawah jembatan otak, bermanifestasi kelumpuhan wajah dan lidah bilateral lengkap, kehilangan ekspresi, refleks menelan menghilang, dan hanya gerakan vertikal bola mata dan konvergensi yang dipertahankan. 2 . Pasien sadar dan tidak memiliki hambatan dalam pemahaman bahasa, dan dapat menggunakan gerakan bola mata ke atas dan ke bawah untuk menunjukkan. Karena pasien tidak dapat berbicara dan tidak dapat menggerakkan tubuh, maka mudah untuk salah didiagnosis sebagai koma. 3 . Elektroensefalogram adalah perubahan gelombang lambat yang normal atau ringan, yang dapat dibedakan dari gangguan kesadaran. Signifikansi klinis Sindrom Atresia terutama terlihat pada: 1. Lesi pembuluh darah batang otak (sebagian besar infark atau perdarahan di sisi ventral batang otak) 2. Cedera batang otak, perubahan demielinasi, peradangan, dan tumor.