Apakah kekurangan zinc merupakan tanda bahwa bayi Anda tidak mau makan?

Seng berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, perkembangan mental, fungsi kekebalan tubuh, metabolisme zat, dan fungsi reproduksi. Jadi, apa saja gejala kekurangan zinc? Dalam keadaan apa saja bayi akan kekurangan zinc? Apakah kekurangan seng merupakan tanda bahwa bayi Anda tidak makan? Dapatkah mikronutrien mendeteksi kekurangan seng pada bayi? Apa saja gejala kekurangan seng? Kekurangan zinc akan mempengaruhi perkembangan berbagai organ pada anak, termasuk perkembangan otak, pertumbuhan tulang dan otot; kekurangan zinc akan menyebabkan gangguan pengecapan, parsial, anoreksia atau bulimia; kekurangan zinc juga akan menyebabkan kulit kering, ruam, penyembuhan luka yang buruk, sariawan yang berulang, sistem kekebalan tubuh yang lemah dan infeksi berulang; perkembangan atau disfungsi seksual; kemampuan kognitif yang buruk, depresi mental dan keterbelakangan mental. Oleh karena itu, jika anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, orang tua harus mempertimbangkan apakah ia mengalami defisiensi zinc. Bawalah anak Anda ke rumah sakit sesegera mungkin untuk pemeriksaan dan berikan dia zinc dan elemen lainnya di bawah bimbingan dokter. Perlu dicatat bahwa asupan seng tidak pernah lebih banyak lebih baik. Asupan seng yang berlebihan, terutama konsumsi jangka panjang dari berbagai makanan yang diperkaya seng, dapat menyebabkan keracunan seng akut, muntah, diare, dan gejala pencernaan lainnya. Apa yang membuat bayi kekurangan seng? Kekurangan seng terjadi pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia, dan sekitar 25% dari populasi memiliki faktor risiko tinggi untuk kekurangan seng. 1. Pola makan yang buruk Kelompok risiko tertinggi untuk kekurangan seng adalah anak-anak berusia 6-24 bulan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh makanan tambahan atau pengaturan pola makan yang tidak tepat. Misalnya, jika anak sudah lama mengonsumsi nasi putih, susu, telur, daging dan asupan lainnya terlalu sedikit, maka akan menyebabkan asupan zinc yang tidak mencukupi. Secara umum, makanan nabati, di sisi lain, mengandung kadar seng yang rendah, penyerapannya mudah terganggu oleh asam fitat, ketersediaan hayati yang rendah, dan vegetarian jangka panjang berisiko mengalami kekurangan seng. 2, diare Jika bayi mengalami diare dalam waktu yang lama, mudah menyebabkan malabsorpsi seng dan kekurangan seng. Diare tidak hanya mengurangi penyerapan seng usus, pada saat yang sama, kehilangan seng usus meningkat, mengakibatkan defisiensi seng, dan defisiensi seng meningkatkan permeabilitas usus, kerusakan usus pemulihan mukosa lambat, fungsi kekebalan tubuh rendah, sehingga diare tidak sembuh dan berulang, pembentukan lingkaran setan. Selain itu, demam, infeksi, dll. Semuanya membuat distribusi seng dalam tubuh menjadi tidak normal dan meningkatkan konsumsi seng, juga merupakan salah satu penyebab kekurangan seng. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi suplemen seng selama diare, serta makanan kaya seng selama demam dan infeksi, dan suplemen seng bila diperlukan. Apakah kekurangan zinc merupakan tanda bahwa anak saya tidak makan? Pola makan anak tidak serutin pola makan orang dewasa, terkadang lebih banyak, terkadang lebih sedikit, jadi tidak makan sesekali bukan berarti ia kekurangan zinc. Jika Anda mengatur pola makan anak Anda dengan benar dan memperhatikan asupan daging, ikan dan udang, telur dan susu, kacang-kacangan, dan lain-lain, ia biasanya tidak akan kekurangan zinc. Jika pola makan anak tidak terstruktur dengan baik, seperti kurang mengonsumsi susu, telur, daging, dll., dan ada pilih-pilih makanan, mungkin ada risiko kekurangan zinc. Oleh karena itu, ada banyak alasan untuk menolak makan, belum tentu karena kekurangan seng. Jika seorang anak tumbuh dengan baik, memiliki nafsu makan yang baik secara umum dan asupan daging yang layak, kekurangan seng biasanya tidak mungkin terjadi. Apakah suplementasi kalsium jangka panjang mempengaruhi penyerapan zinc? Beberapa orang tua memberikan suplemen kalsium kepada anak-anak mereka dalam jangka waktu yang lama, karena berpikir bahwa hal itu akan membantu mereka tumbuh lebih tinggi. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa jika anak Anda tidak kekurangan kalsium dan Anda memberinya terlalu banyak kalsium dalam jangka waktu yang lama, hal ini dapat memengaruhi penyerapan zat besi dan seng. Namun, asupan kalsium lebih dari 1000 mg per hari dapat mempengaruhi penyerapan seng. Hal ini dikarenakan adanya persaingan dan penghambatan dalam penyerapan kalsium, zat besi dan seng. Jika terlalu banyak kalsium yang diberikan, maka penyerapan zat besi dan seng dapat terhambat. Oleh karena itu, nutrisi anak-anak paling baik dipenuhi dengan diet yang masuk akal, dan kebutuhan kalsium, zat besi, dan seng perlu ditambah secara wajar di bawah bimbingan dokter.