Busur nyeri adalah sindrom nyeri bahu kronis yang disebabkan oleh gesekan dan benturan berulang antara struktur di ruang subakromial dan lengkung rostral selama abduksi bahu, dan merupakan kondisi yang umum terjadi pada orang berusia di atas setengah baya. Gambaran klinis yang umum adalah lengkungan nyeri selama abduksi aktif sendi bahu, sementara aktivitas pasif secara signifikan lebih tidak nyeri atau bahkan sama sekali tidak nyeri. Apa yang menyebabkan sindrom busur nyeri? Berikut ini adalah beberapa penyebab tanda busur nyeri: berbagai kondisi bahu dapat menyebabkannya. Misalnya, pecahnya supraspinatus, tendinitis supraspinatus, kalsifikasi supraspinatus, radang kandung lendir subakromial, dan fraktur tuberositas humerus. Gejala utamanya adalah nyeri pada bahu, terutama di sekitar akromion, kadang-kadang melibatkan seluruh deltoid. Ketika lengan atas terangkat sebesar 60° hingga 80°, rasa sakit menjadi jelas. Kadang-kadang sendi bahu dapat terasa tertahan oleh suatu benda dan tidak dapat diangkat. Selama pengobatan, benturan pada bahu, seperti mengangkat benda berat, harus dihindari. Pada tahap akhir pengobatan, latihan fungsional aktif harus dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki rentang gerak sendi bahu yang terbatas. Khususnya, mereka yang memiliki keterbatasan rentang gerak sendi bahu dapat berlatih maju mundur, menggoyangkan bahu, mengayunkan bahu, dan gerakan lainnya, dengan rentang dan amplitudo mulai dari yang kecil hingga yang besar. Latihan-latihan ini dapat melonggarkan perlengketan dan kontraktur pada jaringan lunak bahu dan mencegah terjadinya frozen shoulder.