Bagaimana anak-anak dan remaja dapat mencegah limfoma?

  Menurut data yang dilaporkan pada Konferensi Limfoma Internasional Lugano, ada satu kasus baru setiap sembilan menit di seluruh dunia, dan menurut data yang diterbitkan pada Hari Kesadaran Limfoma Dunia di Shanghai tahun lalu, tingkat kejadiannya adalah 3,5 per 100.000 orang, dengan sekitar 45.000 kasus baru setiap tahun di Tiongkok, dan menempati urutan kesembilan dalam kejadian tumor ganas pada pria dan kesepuluh pada wanita. Tumor ini dapat terjadi pada segala usia, dengan insiden yang lebih tinggi pada anak-anak, menempati urutan ketiga di antara keganasan pada masa kanak-kanak. Limfosit adalah sel darah yang berkembang biak dengan sangat cepat dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan, sehingga insiden limfoma telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan laju sekitar 4% per tahun. Akibatnya, penyakit ini telah menjadi salah satu penyakit terpenting yang mempengaruhi kesehatan manusia, terutama pada anak-anak dan remaja.  Apa saja kemungkinan pemicu limfoma?  Seperti tumor lainnya, patogenesisnya memiliki banyak segi dan saat ini diperkirakan terutama disebabkan oleh faktor-faktor berikut: 1. Faktor kimiawi: polusi udara, polusi air, polusi makanan, polusi dekorasi dalam ruangan, dll. Pada saat yang sama, orang yang sering terpapar zat kimia juga rentan terkena penyakit ini, terutama mereka yang terpapar zat yang mengandung benzena.  2. Faktor fisik: yaitu radiasi yang dapat dilihat di mana-mana di lingkungan kehidupan sehari-hari, seperti komputer, telepon genggam, televisi, oven microwave dan kompor induksi. Secara klinis telah ditemukan bahwa beberapa pasien tumor yang lebih muda telah mengalami berjam-jam berselancar di internet secara intensif.  3, virus, bakteri dan infeksi lainnya: yang saat ini dikenal adalah EBV, HIV, Helicobacter pylori, dll.. Setelah beberapa orang terinfeksi virus, mutasi genetik terjadi dalam sel mereka, yang menyebabkan perkembangan limfoma, misalnya, orang yang terinfeksi HIV memiliki kemungkinan besar terkena limfoma.  4. Tekanan psikologis: Masyarakat saat ini menjadi semakin kompetitif, dan orang-orang harus mengatasi semua aspek studi, pekerjaan, dan hubungan antarpribadi, sehingga orang-orang umumnya berada di bawah banyak tekanan. Jika keadaan ini tidak dapat diatasi dengan baik, fungsi kekebalan tubuh akan menurun dan limfoma akan mudah terjadi.  5.Diet yang tidak seimbang: Saat ini, banyak orang yang tidak mencukupi asupan unsur mikro seperti seng dan vitamin, ditambah lagi mereka banyak makan nasi putih dan mie serta daging dalam waktu yang lama, dan menjauhi biji-bijian kasar, sayuran dan buah-buahan, mengakibatkan asupan gizi yang tidak seimbang, sehingga menyebabkan kekebalan tubuh rendah, yang juga merupakan salah satu penyebab kanker.  6. Agregasi keluarga: Kita terkadang melihat fenomena ini bahwa beberapa kerabat dalam sebuah keluarga memiliki tumor, beberapa tumor yang sama, beberapa tumor yang berbeda, tetapi ini juga menunjukkan bahwa memang ada agregasi tumor dalam keluarga. Hal ini mungkin terkait dengan faktor genetik, kebiasaan, gaya hidup dan lingkungan hidup yang serupa. Oleh karena itu, anak-anak pasien tumor juga harus waspada dan melakukan pemeriksaan medis secara teratur.