Seperti tumor lainnya, patogenesisnya memiliki banyak segi dan saat ini dianggap terutama disebabkan oleh hal-hal berikut: 1. Faktor kimiawi: polusi udara, polusi air, polusi makanan, polusi dekorasi dalam ruangan, dll. Pada saat yang sama, orang yang sering terpapar zat kimia juga rentan terkena penyakit ini, terutama mereka yang terpapar zat yang mengandung benzena. 2. Faktor fisik: yaitu radiasi yang dapat dilihat di mana-mana di lingkungan kehidupan sehari-hari, seperti komputer, telepon genggam, televisi, oven microwave dan kompor induksi. Secara klinis telah ditemukan bahwa beberapa pasien tumor yang lebih muda memiliki pengalaman berselancar di internet secara intensif dalam waktu yang lama. 3, virus, bakteri dan infeksi lainnya: yang saat ini dikenal adalah EBV, HIV, Helicobacter pylori, dll.. Setelah beberapa orang terinfeksi virus, mutasi genetik terjadi dalam sel mereka, yang menyebabkan perkembangan limfoma, misalnya, orang yang terinfeksi HIV memiliki kemungkinan besar terkena limfoma. 4. Tekanan psikologis: Masyarakat saat ini menjadi semakin kompetitif, dan orang-orang harus mengatasi semua aspek studi, pekerjaan, dan hubungan antarpribadi, sehingga orang-orang umumnya berada di bawah banyak tekanan. Jika keadaan ini tidak dapat diatasi dengan baik, fungsi kekebalan tubuh akan menurun dan limfoma akan mudah terjadi. 5.Diet yang tidak seimbang: Saat ini, banyak orang yang tidak mencukupi asupan unsur mikro seperti seng dan vitamin, ditambah lagi mereka banyak makan nasi putih dan mie serta daging dalam waktu yang lama, dan menjauhi biji-bijian kasar, sayuran dan buah-buahan, mengakibatkan asupan gizi yang tidak seimbang, sehingga menyebabkan kekebalan tubuh rendah, yang juga merupakan salah satu penyebab kanker. 6. Agregasi keluarga: Kita terkadang melihat fenomena ini bahwa beberapa kerabat dalam sebuah keluarga memiliki tumor, beberapa tumor yang sama, beberapa tumor yang berbeda, tetapi ini juga menunjukkan bahwa memang ada agregasi tumor dalam keluarga. Hal ini mungkin terkait dengan faktor genetik, kebiasaan, gaya hidup dan lingkungan hidup yang serupa. Oleh karena itu, anak-anak pasien tumor juga harus waspada dan melakukan pemeriksaan medis secara teratur.