Bagaimana OSAHS disebabkan? Apa saja bahayanya?

  Penyebab dan bahaya OSAHS: Penyebab utama OSAHS (atau sindrom apnea tidur obstruktif) adalah kelainan anatomis pada saluran napas bagian atas. Pasien dengan sindrom apnea tidur diketahui rentan pada orang yang memiliki amandel yang membesar, langit-langit lunak yang tebal, akar lidah, dan leher yang tebal dan pendek. Deviasi septum yang parah dan kondisi obstruksi hidung lainnya seperti polip hidung dapat memperburuk OSAHS, dan obesitas merupakan faktor risiko tinggi yang penting untuk perkembangan OSAHS. Obesitas merupakan faktor risiko penting untuk OSAHS. Pada anak-anak, hal ini sering kali disebabkan oleh pembesaran amandel dan kelenjar gondok.  OSAHS adalah bahaya kesehatan yang serius, karena seringnya jeda dalam bernapas saat mendengkur dapat menyebabkan kekurangan oksigen yang parah ke otak, mengakibatkan mulut kering, pusing, kantuk, dan mengantuk, yang dapat memengaruhi pekerjaan dan belajar. Untuk pasien paruh baya dan lanjut usia, mendengkur dalam jangka panjang dapat menyebabkan aritmia jantung, peningkatan tekanan darah, infark miokard, pendarahan otak, gangguan endokrin dan gangguan neuropsikiatri. Untuk anak-anak, hal ini dapat menyebabkan penurunan sekresi hormon pertumbuhan, yang dapat memengaruhi perkembangan mereka, dan henti napas dan jantung saat mendengkur dapat menyebabkan kematian mendadak saat tidur. Mendengkur telah menjadi kondisi yang mengancam jiwa.  Diagnosis OSAHS: Diagnosis OSAHS dimulai dengan anamnesis dan pemeriksaan yang cermat. Riwayat kantuk di siang hari, terbangun di malam hari, dan mendengkur di malam hari, semuanya merupakan indikasi sindrom apnea tidur. Cara terbaik untuk mendiagnosis sindrom apnea tidur adalah dengan melakukan pemantauan tidur. Sindrom apnea tidur didiagnosis jika terdapat lebih dari 30 episode apnea dan hipoventilasi berulang selama 7 jam tidur per malam, atau jika indeks apnea dan hipoventilasi tidur ≥5. Apnea didefinisikan sebagai terhentinya aliran udara oral dan hidung selama ≥10 detik selama tidur. Hipoventilasi didefinisikan sebagai penurunan intensitas aliran udara pernapasan lebih dari 50% dari tingkat basal selama tidur.  Pengobatan OSAHS: Pengobatan OSAHS Untuk sebagian besar pasien dengan OSAHS, kombinasi UPPP dan tonsilektomi merupakan tindakan bedah yang paling sering digunakan, yang mana keduanya terutama mengatasi sebagian besar obstruksi orofaring. Untuk pasien dengan dengkuran sederhana dan OSAHS ringan hingga sedang, perawatan frekuensi radio cryo-plasma mungkin merupakan pilihan terbaik, atau jika terdapat kelainan lain seperti struktur tengkorak, prosedur pembedahan berikut ini dilakukan: peningkatan otot dagu dan lidah, dan operasi peningkatan rahang bawah. Untuk kelainan anatomi rongga hidung, koreksi septum yang menyimpang, reseksi turbinat parsial, dan pengangkatan polip atau tumor hidung dapat dilakukan.  Kunci dari perawatan bedah adalah menggunakan pendekatan bedah yang berbeda tergantung pada anatomi spesifik setiap pasien. Penting untuk ditekankan bahwa ada berbagai penyebab OSAHS dan sebagian besar OSAHS tidak dapat diobati hanya dengan satu kali perawatan. Perubahan gaya hidup adalah tambahan yang paling efektif untuk meningkatkan OSAHS, termasuk: penurunan berat badan, berhenti minum alkohol, dll. Tidak ada obat khusus yang tersedia untuk OSAHS. Obstruksi hidung dapat memperburuk OSAHS, sehingga pengobatan untuk memperbaiki obstruksi hidung dapat membantu memperbaiki OSAHS.