Ada banyak penyebab sesak napas, terutama penyakit pernapasan dan kardiovaskular. (1) Obstruksi jalan napas: seperti peradangan, edema, penyempitan atau penyumbatan laring, trakea dan bronkus akibat tumor atau benda asing dan asma bronkial, penyakit paru obstruktif kronik, dan lain-lain; (2) Penyakit paru-paru: seperti pneumonia, abses paru, tuberkulosis, atelektasis paru, memar paru-paru, edema paru, penyakit paru-paru interstisial difus, karsinoma bronkoalveolar, dan lain-lain; (3) Penyakit dinding dada, dada, dan rongga pleura (4) Penyakit neuromuskuler: misalnya radang dinding dada, kelainan bentuk dada yang parah, efusi pleura, pneumotoraks spontan, perlekatan pleura yang luas, tuberkulosis, trauma, dan lain-lain; (4) Penyakit neuromuskuler: misalnya lesi poliomielitis yang melibatkan medula serviks, polineuritis optika akut dan miastenia gravis yang melibatkan otot-otot pernafasan, kelumpuhan otot pernafasan yang diakibatkan oleh obat-obatan, dan lain-lain; (5) Diskinesia diafragma: misalnya kelumpuhan diafragma, efusi peritoneum masif, tumor abdomen yang besar, pelebaran lambung, dan kehamilan. (5) Gangguan gerakan diafragma: misalnya kelumpuhan diafragma, efusi peritoneum masif, tumor perut besar, dilatasi lambung, dan kehamilan. Gangguan peredaran darah umumnya berhubungan dengan gagal jantung kiri dan kanan, kompresi perikardial, emboli paru dan hipertensi paru primer karena berbagai penyebab. 3. Keracunan disebabkan oleh berbagai jenis keracunan, seperti ketoasidosis diabetikum, keracunan morfin, keracunan insektisida organofosfat, keracunan hidrida, keracunan nitrit, dan keracunan karbon monoksida akut. 4. Penyakit neuropsikiatri seperti pendarahan otak, cedera otak traumatis, tumor otak, ensefalitis, meningitis, abses otak, dan penyakit kranio-serebral lainnya menyebabkan disfungsi pusat pernapasan dan sesak napas karena faktor kejiwaan, seperti histeria. 5. Kelainan darah umumnya terlihat pada anemia berat, methaemoglobinaemia, hemoglobinaemia tersulfasi, dll.