Reaksi merugikan yang umum terjadi dan pencegahannya 1. Distensi lambung yang parah terutama disebabkan oleh tekanan saluran napas yang tinggi (>25cmH2O dengan kemungkinan melebihi tekanan kardia esofagus) atau pernapasan dengan mulut terbuka dan tersedak berulang kali. Bagi mereka yang mengalami distensi saluran cerna yang signifikan, tindakan berikut dapat dipertimbangkan: hindari asupan minuman berkarbonasi, hindari tekanan saluran napas positif inspirasi (IPAP)>25cmH2O, pasang selang lambung untuk drainase terus menerus, dan berikan NPPV secara berkala. 2. Misaspirasi Misaspirasi sekresi orofaring atau muntahan dapat menyebabkan konsekuensi yang serius, seperti infeksi paru-paru dan peningkatan kegagalan pernapasan. Perhatian harus diberikan pada posisi tubuh pasien dan pencegahan distensi saluran cerna. 3. Kekeringan pada mulut, hidung dan tenggorokan Paling sering terlihat ketika menggunakan masker hidung dan ketika ada kebocoran udara melalui mulut, terutama di musim dingin. Menghindari kebocoran udara (yang secara signifikan mengurangi aliran udara melalui orofaring) dan minum air secara berkala sering kali dapat meringankan gejala, begitu juga dengan menggunakan pelembap yang dipanaskan. Namun, karena kondensasi uap air, lebih banyak air dapat disimpan dalam masker dan selang; beberapa pasien juga mengeluh sesak dan tidak nyaman. Oleh karena itu, pilihan harus dibuat berdasarkan kasus per kasus untuk setiap pasien. 4. Kompresi masker dan kerusakan kulit hidung Kompresi masker ringan adalah hal yang umum terjadi.57 Penyesuaian posisi masker yang wajar, penggunaan masker silikon atau masker dengan bantalan udara yang sesuai dengan wajah pasien, dan penyesuaian ketegangan tali fiksasi (ketegangan terendah yang akan mencegah kebocoran udara) dapat mengurangi kompresi masker. Kerusakan kulit pada batang hidung lebih jarang terjadi dan terutama disebabkan oleh kompresi yang berkepanjangan. Komplikasi ini dapat dihindari dengan melepaskan masker secara intermiten atau dengan memutar di antara berbagai jenis masker untuk menghindari kompresi yang berkepanjangan pada posisi yang sama. Selain itu, masker jenis masker silikon yang dikembangkan sendiri oleh China memiliki anti-kebocoran udara yang baik dan lebih cocok untuk tipe wajah nasional.55,58 5. Gangguan evakuasi dahak NPPV rentan terhadap dahak yang kental sehingga menyulitkan evakuasi dahak, sering kali berkaitan dengan kebutuhan ventilasi pasien yang besar atau disertai dengan volume kebocoran udara yang besar, sehingga volume ventilasi total terlalu besar dan tidak dapat dibasahi secara memadai. Volume cairan yang cukup harus dipastikan, sejumlah kecil air harus dikonsumsi beberapa kali, humidifier aktif yang lebih fungsional harus digunakan, dan pasien harus dibiarkan batuk secara aktif (dengan melepaskan sementara ventilator dari masker) secara berkala untuk memastikan drainase dahak yang lancar. NPPV seharusnya tidak memengaruhi kemampuan pasien untuk minum, batuk, atau makan secara normal. 6. Ketakutan (klaustrofobia) Beberapa pasien memiliki rasa takut mengenakan masker, terutama masker oronasal, yang menyebabkan kegugupan atau tidak menerima pengobatan NPPV. Edukasi dan penjelasan yang tepat biasanya dapat mengurangi atau menghilangkan rasa takut. Pengamatan terhadap pasien lain yang berhasil menerapkan terapi NPPV bermanfaat dalam meningkatkan kepercayaan diri dan penerimaan pasien. 7. Cedera tekanan udara Pasien dengan makulopati paru gabungan harus diwaspadai. Tujuannya adalah untuk mempertahankan ventilasi dasar dan tekanan saluran napas tidak boleh dinaikkan secara berlebihan untuk meningkatkan ventilasi.