SLE adalah penyakit autoimun sistemik yang mempengaruhi banyak sistem dan organ tubuh, dan karenanya memiliki presentasi klinis yang kompleks dan bervariasi. Kebanyakan orang dengan SLE memiliki berbagai tingkat lesi kulit yang bermanifestasi sebagai berbagai jenis ruam, yang umumnya tidak gatal. Patogenesis SLE sekarang dianggap terkait dengan genetika, estrogen, infeksi, sinar ultraviolet dan obat-obatan, dengan peradangan kekebalan tubuh yang abnormal sebagai fitur penyebabnya. Dari segi patogenesis dan ciri-ciri patologis, SLE dapat menyebabkan demam, malaise, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan dan sariawan, tetapi biasanya tidak menyebabkan gatal-gatal. Bahkan lesi kulit yang menonjol, seperti eritema kupu-kupu, eritema discoideum, retikulositosis, dan fenomena Raynaud, tidak bersifat pruritus. Namun demikian, karena kompleksitas penyakit dan variasi manifestasi klinis, SLE dapat dengan mudah digabungkan dengan berbagai penyakit lain, seperti alergi, infeksi, atau penyakit pruritik. Selain itu, pasien dengan SLE perlu menggunakan glukokortikoid dan obat imunosupresif untuk waktu yang lama, yang dapat berdampak pada daya tahan tubuh yang normal, dan beberapa obat ini dapat menyebabkan reaksi yang merugikan seperti pruritus. Oleh karena itu, SLE bukanlah penyakit pruritus dan jika Anda mengalami gatal-gatal, Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk menemukan penyebab dan target pengobatan.