Apakah ada hubungan antara kecemasan dan tinggi badan?

Mengapa stres dan kecemasan mencegah anak-anak tumbuh lebih tinggi? Sebuah studi yang dilakukan oleh Yale Child Health Research Center menemukan bahwa jika orang tua dan guru sering menegur, memarahi, mendiskriminasi, mengintimidasi atau menghukum anak secara fisik, hal ini dapat memengaruhi tinggi badan mereka dalam berbagai tingkatan. Di dasar otak manusia, terdapat jaringan yang disebut hipotalamus, yang berperan untuk merangsang dan menghasilkan hormon pemacu pertumbuhan sesuai dengan sinyal lemah yang berasal dari jaringan saraf. Jika saraf dirangsang secara berlebihan dan tertekan, hal ini dapat menyebabkan berkurangnya produksi hormon pertumbuhan, yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat dan bahkan dwarfisme pada anak-anak. Menurut laporan terbaru dari New York State Psychological Institute, anak perempuan yang hidup dengan stres dan kecemasan sepanjang hari dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan mereka. Studi ini menemukan bahwa anak perempuan yang stres dan cemas rata-rata lebih pendek sekitar 5 cm daripada anak perempuan yang merasa bahagia, dan tinggi badan akhir mereka umumnya tidak lebih dari 1,57 m. Karena gadis-gadis yang mengalami stres dan kecemasan tidak terlahir pendek, para psikolog berspekulasi bahwa emosi mungkin telah menghambat produksi normal hormon pertumbuhan. Yang lebih membingungkan, penelitian ini juga menemukan bahwa stres tidak menyebabkan perawakan pendek pada anak laki-laki. Hal ini kemungkinan terkait dengan respons fisiologis yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan terhadap stres. Studi ini juga menemukan bahwa dua jenis stres dan kecemasan secara langsung berkaitan dengan pertumbuhan fisik. Salah satu jenis kecemasan, yang dikenal sebagai “kecemasan berpisah”, mengacu pada anak perempuan yang takut dipisahkan dari orang tua mereka dan tinggal bersama mereka atau berpura-pura sakit daripada pergi ke sekolah; dalam beberapa kasus, mereka menolak untuk tidur di tempat tidur atau kamar terpisah dari orang tua mereka. Anak tipe ini umumnya ditandai dengan temperamen yang pemalu, kurang percaya diri, takut bahwa anak-anak lain tidak akan menyukainya, selalu khawatir bahwa dia tidak melakukan sebaik anak-anak lain dan fenomena psikologis yang tidak sehat lainnya. Menurut statistik, setidaknya 5% anak perempuan di Amerika Serikat memiliki gangguan stres dan kecemasan yang memengaruhi pertumbuhan fisik mereka. Ketika orang tua menyadari bahwa anak mereka memiliki kecenderungan untuk gugup dan cemas, mereka harus mencari bantuan psikolog untuk menganalisis dan menemukan penyebab kegugupan dan kecemasan tersebut. Misalnya, hubungan anak dengan orang tua tegang, keluarga miskin, anak terlihat jelek, atau anak berprestasi buruk di sekolah. Setiap penyebab stres dan kecemasan dapat diobati dengan intervensi psikologis untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi badan. Kami merekomendasikan agar orang tua mengukur tinggi badan anak mereka setiap dua bulan dan menemui dokter jika mereka melihat tingkat pertumbuhan yang lambat. Secara umum, jika bayi (di bawah 3 tahun) tumbuh kurang dari 7 cm per tahun, anak (3 tahun hingga pra-remaja) tumbuh kurang dari 4-5 cm per tahun, dan remaja tumbuh kurang dari 5,5-6,5 cm per tahun, dan orang tua memiliki tinggi badan yang normal, maka orang tua harus membawa anaknya ke rumah sakit biasa untuk pemeriksaan. Kami juga ingin mengingatkan orang tua bahwa tidak perlu terlalu khawatir tentang pertumbuhan tinggi badan anak mereka, karena banyak orang tua yang mengomeli anak-anak mereka setiap hari bahwa mereka tidak tumbuh lebih tinggi, dan implikasi psikologis ini dapat memberikan banyak tekanan psikologis pada anak, yang menyebabkan ketegangan mental dan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.