Apa itu sindrom ketegangan pramenstruasi?

  Sekitar 90% wanita dengan menstruasi normal mengalami beberapa perubahan fisiologis 1-2 minggu sebelum menstruasi (fase luteal), yang sebagian besar tidak mempengaruhi kehidupan dan pekerjaan mereka, tetapi hanya sebagian kecil pasien yang mengalami sindrom yang lebih parah dari gangguan emosional, perilaku dan fisik. Kondisi ini dikenal secara klinis sebagai PMS, dan pernah dinamai “premenstrual stress syndrome” dan “premenstrual tension disorder”.

  Kondisi ini memiliki sejarah panjang dan pertama kali dijelaskan oleh Hippocrates, ilmuwan medis Yunani yang merupakan bapak kedokteran.

  Wanita dengan PMS rentan terhadap ketidakstabilan emosi sebelum haid, seperti mudah marah atau depresi, mudah menangis, kurang konsentrasi dan gugup, bersama dengan gejala-gejala seperti edema, pembengkakan payudara, pusing, sakit kepala, nyeri tubuh, mual, makan berlebihan, kurang konsentrasi dan kehilangan ingatan, yang secara alami hilang setelah menstruasi.

  Hingga saat ini, para praktisi medis belum dapat menjelaskan fenomena ini dengan satu teori dan percaya bahwa hal ini mungkin terkait dengan faktor-faktor berikut ini

  Kadar neurotransmiter yang tidak normal

  Perubahan konsentrasi dan aktivitas neurotransmiter seperti 5-hydroxytryptamine dan peptida opioid pada pasien dengan sindrom ketegangan pramenstruasi, yang mempengaruhi perubahan mental, neurologis dan perilaku.

  Efek hormonal

  Sekarang diperkirakan bahwa hal ini mungkin terkait dengan fluktuasi hormon yang disebabkan oleh penarikan estrogen dan progesteron pada fase luteal akhir. Sistem saraf manusia sangat sensitif terhadap perubahan hormon dan perubahan halus dalam kadar hormon pramenstruasi dapat menyebabkan gejala yang signifikan dalam hal reaksi emosional. Ada juga orang yang mengalami peningkatan kadar prolaktin darah selama periode pramenstruasi, yang dapat menyebabkan nyeri payudara.

  Faktor psikososial

  Sindrom ketegangan pramenstruasi terjadi pada orang yang biasanya stres dan di bawah tekanan di tempat kerja, dan ini terkait dengan perbedaan individu, kepribadian, pengalaman, dan kondisi fisik.

  Manifestasi klinis PMS beragam dan bervariasi dalam tingkat keparahannya, sehingga tidak mungkin satu pengobatan dapat mengatasi semua gejala. Penting juga untuk membedakan diagnosis dari gangguan mental ringan dan oedema yang disebabkan oleh penyakit jantung, hati dan ginjal. Pengobatan untuk gangguan ini terutama bersifat psikologis dan diet. Jika hal ini tidak berhasil, obat simptomatik dapat diberikan, seperti diuretik untuk memperbaiki retensi natrium, Valium untuk mengendalikan gejala kejiwaan, atau terapi hormonal seperti kontrasepsi.

  Apa yang harus saya perhatikan dalam hidup saya dengan sindrom ketegangan pramenstruasi?

  1. Mengurangi asupan garam

  Karena terlalu banyak garam cenderung meningkatkan retensi air dan oedema.

  2. Makan makanan yang wajar

  Diet rendah garam dan rendah protein harus menjadi andalan diet Anda, dengan sayuran, buah, sereal, dan vitamin serta mineral dalam jumlah yang sesuai.

  3. Tidur yang cukup

  Tidur yang cukup dapat meredakan ketegangan dan rasa sakit.

  4. Latihan

  Olahraga yang cukup dapat mengurangi stres dan menghilangkan oedema.

  Wanita yang menderita sindrom ketegangan pramenstruasi tidak bisa tidak membenci menstruasi mereka, dan pengetahuan emosional ini hanya akan memperburuk ketidaknyamanan. Jangan biarkan haid Anda menjadi gangguan, tetapi ketahuilah bahwa makna mendasar dari haid adalah bahwa haid mewakili sifat dan kemampuan wanita, dan merupakan barometer tubuh wanita!