Potensi setiap individu tidak sepenuhnya terwujud. Jadi, mengapa potensi tidak sepenuhnya terwujud? Lebih dari seratus tahun yang lalu, Freud memperkenalkan alam bawah sadar manusia, energi psikis yang tidak disadari. Dia menggambarkannya sebagai gunung es: kesadaran hanyalah puncak gunung es yang terpapar air; sebagian besar gunung es berada di bawah permukaan, yaitu alam bawah sadar. Pikiran bawah sadar tidak hanya besar, tetapi juga sangat kuat. Apa yang dilakukan oleh pikiran bawah sadar? Sementara pikiran sadar mengambil sejumlah waktu istirahat setiap hari, pikiran bawah sadar selalu bekerja setiap saat. Ketika kita belajar, bekerja, berjalan, makan, minum, tidur, dan sebagainya, pikiran bawah sadar bekerja secara diam-diam, menjaga dan melindungi kita. Freud menyarankan bahwa pikiran bawah sadar terungkap ketika pikiran sadar sedang beristirahat, sehingga dapat dipahami dengan menganalisis mimpi. Jika kita tidak peduli dengan pikiran bawah sadar kita, dan menghabiskan hari-hari kita dalam godaan eksternal yang tak ada habisnya, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, dan menekan banyak sampah ke dalam pikiran bawah sadar, bagaimana pikiran bawah sadar dapat menggunakan kekuatannya? Bagaimana pikiran bawah sadar dapat mengembangkan potensinya secara penuh? Jika akumulasi ini mencapai tingkat tertentu, pikiran bawah sadar dapat mengingatkan Anda bahwa “sudah waktunya untuk merawat tubuh Anda” dengan berbagai penyakit, begitu banyak penyakit yang berhubungan dengan pikiran, yaitu penyakit psikosomatis, seperti asma bronkial, penyakit maag, rheumatoid arthritis, hipertensi primer, dll. Jadi, bagaimana cara menjaga pikiran bawah sadar? Istirahatkan pikiran. Potensi sering kali dilepaskan tanpa stagnasi pada saat meditasi. Qigong, Tai Chi, yoga, hipnosis, dll. Semuanya dapat membuka blokir pikiran bawah sadar, menyatukan pikiran dan tubuh, dan meningkatkan potensi.