Gangguan psikosomatis, juga dikenal sebagai gangguan psikofisiologis, adalah kategori gangguan fisik yang timbulnya, perkembangan, regresi dan prognosisnya berkaitan erat dengan stresor psikososial. Terdapat definisi yang sempit dan luas tentang penyakit psikosomatis. Dalam arti sempit, penyakit psikosomatis mengacu pada penyakit organik somatik di mana faktor psikososial memainkan peran penting dalam patogenesis dan perkembangannya, seperti penyakit jantung koroner, hipertensi primer, dan penyakit maag. Dalam arti luas, penyakit psikosomatis adalah penyakit organik somatik dan gangguan fungsional somatik di mana faktor psikososial memainkan peran penting dalam permulaan dan perkembangannya. Pada gilirannya, gangguan fungsional somatik di mana faktor psikososial memainkan peran penting dalam patogenesis dan perkembangannya disebut gangguan psikosomatik, seperti migrain. Oleh karena itu, konsep penyakit psikosomatis yang luas mencakup penyakit psikosomatis dan gangguan psikosomatis dalam arti yang lebih sempit. Ada juga persinggungan dan tumpang tindih antara gangguan psikosomatis dan gangguan psikosomatis itu sendiri. Beberapa ahli juga merujuk pada gangguan psikosomatis secara umum yang mencakup bagian dari gangguan psikosomatis dan bagian dari gangguan neurologis. Dengan demikian, kategori luas gangguan psikosomatis dan kategori luas penyakit psikosomatis terkadang hampir sama. Gangguan sistem kardiovaskular meliputi hipertensi, aritmia jantung, sindrom kardiovaskular fungsional, dan penyakit jantung koroner. Gangguan psikosomatis sistem pernapasan meliputi asma bronkial, sindrom hiperventilasi, dan penyakit paru obstruktif kronik. Penyakit kardiovaskular sistem pencernaan termasuk refluks esofagitis, tukak lambung, sindrom iritasi usus besar, pankreatitis kronis. Gangguan psikosomatis sistem endokrin dan metabolisme termasuk diabetes melitus, hipertiroidisme. Gangguan psikosomatis kebidanan dan ginekologi meliputi amenorea, dismenorea, sindrom pramenstruasi, sindrom menopause, masalah psikosomatis selama kehamilan, masalah psikosomatis selama persalinan dan nifas, masalah psikosomatis pada aborsi, masalah psikosomatis pada ketidaksuburan dan kemandulan. Gangguan psikosomatik umum lainnya termasuk kanker dan AIDS.