Telah didokumentasikan dengan baik bahwa pasien dengan penyakit psikosomatis mencapai 33% dari pasien yang datang ke rumah sakit umum. Penyakit psikosomatis yang umum termasuk hipertensi primer, penyakit jantung koroner, diabetes, kanker, tukak lambung dan ulkus duodenum, asma bronkial, dan hipertiroidisme. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit psikosomatis? Penyakit psikosomatis adalah penyakit fisik di mana faktor psikologis dan sosial memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit. Penyebab penyakit ini bukanlah konsumsi makanan yang tidak bersih atau berkembangnya suatu masalah di bagian tubuh kita, melainkan faktor psikososial jangka panjang yang merugikan yang menyebabkan terganggunya fungsi organ dalam tubuh dan pada akhirnya menghancurkan fungsi organ tubuh yang bersangkutan. Faktor psikologis yang tidak diinginkan mengacu pada konflik, ketegangan, kebiasaan buruk, dan ciri-ciri kepribadian yang muncul dari aktivitas mental seseorang. Faktor-faktor ini, seperti virus, bakteri dan faktor keturunan yang kita kenal, menyebabkan penyakit fisik seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan kanker dengan cara mempengaruhi sistem saraf, sistem endokrin dan sistem kekebalan tubuh. Jika kita menderita penyakit-penyakit ini, ini bukan hanya masalah minum obat, tetapi juga membuat penyesuaian psikologis. Hanya ketika kondisi psikologis kita disesuaikan dengan baik, kita dapat menyembuhkan penyakit psikosomatik kita.