Pencegahan primer (pencegahan etiologis): 1. Memaksakan aktivitas fisik. Olahraga dapat melebarkan pembuluh darah, mempercepat aliran darah, dan mengurangi viskositas darah dan agregasi trombosit, sehingga mengurangi pembentukan trombus. Olahraga dapat meningkatkan metabolisme lipid dan meningkatkan kadar kolesterol HDL dalam darah, yang dapat mencegah aterosklerosis. Orang yang berolahraga secara teratur secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk menderita stroke. 2.Diet kontrol Nikmati diet rendah garam (dalam 6g per hari), diet rendah lemak dan rendah kalori, makanan pola diet sederhana berdasarkan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, beras kasar atau tepung yang terdiri dari makanan yang kaya akan asam lemak tak jenuh, karotenoid, vitamin E dapat mengurangi risiko stroke. 3. Berhenti merokok dan batasi alkohol Perokok memiliki risiko stroke dua kali lipat dibandingkan non-perokok. Risiko stroke secara signifikan lebih tinggi ketika minum lebih dari 60g etanol per hari. Etanol dapat menyebabkan stroke dengan meningkatkan tekanan darah, menyebabkan hiperkoagulabilitas, aritmia dan mengurangi aliran darah otak. 4. Menjaga gaya hidup yang baik Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, lakukan penyesuaian diri untuk mengatasi stres kerja dan ketegangan psikologis, serta berusaha keras untuk mencapai keseimbangan psikologis dan gaya hidup yang teratur. Lakukan pengukuran tekanan darah, lipid darah, glukosa darah dan berat badan secara teratur untuk mendeteksi faktor risiko dan mengambil tindakan pencegahan dan kuratif pada tahap awal.