Gaya hidup kurang gerak berdampak pada jantung. Gaya hidup kurang gerak saat ini merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner dan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, hiperglikemia dan hiperurisemia. Selama aktivitas kurang gerak, pasien pertama-tama mengalami penurunan metabolisme energi yang dapat menyebabkan hipertensi, hiperglikemia, hiperlipidemia, dan penyakit lainnya. Kedua, aktivitas menetap dapat mengurangi fungsi kardiopulmoner, sekaligus menyebabkan stagnasi darah relatif, yang dapat meningkatkan risiko trombosis vena pada tungkai bawah. Disarankan agar pasien bergerak setidaknya 2-3 menit setelah satu jam aktivitas menetap, melakukan aktivitas seperti jongkok dan mengangkat, dan olahraga intensitas sedang setidaknya 30 menit 5-7 kali seminggu dianjurkan untuk mencegah risiko yang terkait dengan aktivitas menetap.