Penyakit Alzheimer adalah penyakit degeneratif pada sistem saraf pusat dengan onset yang berbahaya dan perkembangan yang progresif secara terus menerus. Manifestasi utamanya adalah kehilangan daya ingat, penurunan kognitif dan gejala kejiwaan, yang secara bertahap memengaruhi kehidupan sehari-hari dan fungsi sosial. Secara umum diyakini bahwa penyakit Alzheimer berkembang sebagai respons terhadap berbagai faktor, termasuk faktor biologis dan psikososial. Ada banyak faktor risiko yang diketahui untuk timbulnya demensia, termasuk usia, riwayat keluarga, kemampuan baca tulis yang rendah, status ekonomi yang buruk, hidup sendiri, dukungan sosial yang rendah, merokok, faktor diet, penurunan kadar estrogen wanita, riwayat trauma kepala, asupan ion aluminium yang berlebihan, hiperglikemia, hiperhomosisteinemia, dan dislipidemia. Untuk mencegah demensia, kita harus mulai dengan menghindari atau memperbaiki faktor risiko dan memperkuat pencegahan dari segi psikologis, gaya hidup, diet dan nutrisi serta faktor lingkungan internal dan eksternal lainnya. 1. Menjaga kondisi pikiran yang baik, memperhatikan pengaturan emosi, memperkaya kehidupan spiritual dan memastikan kondisi psikologis dan mental yang seimbang. 2 . Patuhi gaya hidup sehat, kembangkan kebiasaan baik, bekerja dan istirahat tepat waktu, hidup teratur, berhenti merokok dan minum; perkuat latihan fisik dengan tepat dan gabungkan kerja dan istirahat. Kembangkan kebiasaan menggunakan otak dan tangan Anda dengan rajin, secara aktif mempelajari keterampilan baru dan terbuka terhadap hal-hal baru. 3. Makanlah makanan yang sehat dan seimbang, makanan yang bervariasi dengan lebih banyak sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan dan biji-bijian, serta makanan yang kaya akan L-arginin dan lebih sedikit metionin, seperti kacang-kacangan, wijen hitam, kacang-kacangan hitam dan gandum. Ayam, hati hewan, kentang, biji bunga matahari, pir, pisang, daging sapi, daging babi, telur, susu, bayam, susu sapi, dan tomat kaya akan nutrisi ini. Makanlah makanan yang rendah garam, gula dan minyak, serta kurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans seperti produk susu, daging, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, kue-kue dan makanan yang digoreng. Hindari menggunakan alat makan aluminium seperti panci dan wajan aluminium, dan makan makanan yang mengandung aluminium seperti donat dengan bahan penyalut aluminium. 4. Mencegah cedera otak traumatis, secara aktif mencegah dan mengobati faktor risiko seperti diabetes, obesitas, hiperlipidemia dan hiperhomosisteinemia, serta memerlukan intervensi farmakologis jangka panjang jika diperlukan. 5. Diagnosis dan pengobatan dini merupakan kunci pencegahan dan pengobatan demensia, skrining dini harus dilakukan pada orang berusia di atas 60 tahun yang memiliki faktor risiko, terutama yang telah mengalami gejala awal seperti hilang ingatan, perubahan perilaku, dan perubahan suasana hati. Meskipun kejadian penyakit Alzheimer meningkat seiring bertambahnya usia, para lansia dapat secara efektif mencegah penurunan mental mereka melalui diet ilmiah, olahraga, dan interaksi sosial yang normal, dan pada saat yang sama meningkatkan kesadaran akan penyakit ini, diagnosis dini, dan intervensi dini, penyakit Alzheimer dapat memperlambat perkembangannya dan mengurangi kemungkinan terjadinya.