Kolam fossa kranial posterior, juga dikenal sebagai kolam medula serebelum dan kolam oksipital, terletak di bagian posterior bawah fossa kranial posterior otak dan sering terlihat pada pemeriksaan ultrasonografi antenatal. Kolam fossa kranial posterior merupakan petunjuk penting untuk struktur tengkorak janin dan biasanya memiliki lebar 2-10 mm. Jika kolam fossa kranial posterior memiliki lebar >10 mm, maka harus diawasi dengan cermat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya malformasi janin. Kedalaman kolam fossa kranial posterior biasanya tetap berada dalam kisaran tertentu selama perkembangan janin, biasanya 2-10 mm, dan dapat bertambah lebar sekitar usia kehamilan 32 minggu, dan secara bertahap kembali normal setelah 33 minggu. Jika ditemukan lebar kolam fossa kranial posterior yang tidak normal, kemungkinan adanya efusi fossa kranial posterior, yang paling sering terlihat pada sindrom oklusi foramen ventrikel keempat, harus diwaspadai. Janin biasanya dikaitkan dengan berbagai kelainan perkembangan sistem saraf pusat, seperti mikrosefali dan agenesis korpus kalosum, dan beberapa janin mungkin juga memiliki kelainan struktural ekstrakranial yang dikombinasikan dengan kelainan kromosom. Oleh karena itu, jika kolam fossa kranial posterior memiliki lebar >10mm dan tidak sembuh setelah usia kehamilan 29-32 minggu, perubahan harus dipantau dengan cermat dan ukuran belahan otak kecil harus diukur untuk menilai perkembangan otak kecil. Pada titik ini, skrining diperlukan bersamaan dengan temuan janin yang relevan, serta usia ibu dan faktor risiko tinggi lainnya.