“Pati resisten” yang rendah kalori, pernahkah Anda mendengarnya?

Pati resisten masih merupakan pati dengan sendirinya, struktur kimianya berbeda dari serat, tetapi sifatnya mirip dengan serat larut. Pati resisten tidak dapat dicerna dan tidak dapat dipecah secara enzimatis di usus kecil, tetapi dapat difermentasi dengan asam lemak yang mudah menguap di saluran pencernaan manusia, yaitu usus besar. Pati resisten terdapat pada beberapa makanan alami, seperti kentang, pisang, beras, dll. Mengandung pati resisten, terutama pati jagung rantai lurus tinggi yang mengandung pati resisten hingga 60%. Pati ini lebih sulit didegradasi daripada pati lainnya, dicerna secara perlahan di dalam tubuh, diserap dan masuk ke dalam aliran darah lebih lambat. Sifatnya mirip dengan serat larut, yang memiliki efek mengurangi asupan kalori dan memperlambat kenaikan gula darah. Belakangan ini, pati resisten semakin menarik perhatian. Keuntungan dari pati resisten: 1, pati resisten dapat menahan dekomposisi enzim, memperlambat pelepasan glukosa dalam tubuh, dengan respon insulin yang lebih rendah, dapat mengontrol keseimbangan glukosa darah, mengurangi rasa lapar, terutama cocok untuk pasien diabetes untuk makan; 2, pati resisten memiliki fungsi serat yang dapat dimakan yang dapat larut, dapat meningkatkan jumlah buang air besar setelah makan, mengurangi sembelit, mengurangi risiko kanker usus besar; 3, pati resisten dapat menurunkan jumlah kolesterol dan trigliserida darah, karena konsumsi pati resisten dapat menurunkan jumlah asupan kalori dan memperlambat kenaikan glukosa darah. 3, Pati resisten dapat menurunkan jumlah kolesterol darah dan trigliserida, karena jumlah kolesterol dan trigliserida dalam ekskresi setelah makan pati resisten meningkat, sehingga memiliki efek penurunan berat badan tertentu; Untuk waktu yang lama, orang mengira bahwa mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung pati akan menyebabkan obesitas atau menyebabkan peningkatan gula darah dengan cepat. Namun, pati resisten tidak sama dengan pati biasa, karena struktur kimianya yang khusus yang membuatnya memiliki lebih banyak fungsi yang mirip dengan serat tanaman. Pati resisten juga memiliki efek memperlambat kenaikan gula darah yang cepat, sehingga cocok untuk pasien yang mengontrol gula darah.