Mielinisasi dapat menyebabkan lesi pada saraf atau lesi yang sesuai pada persarafan serat saraf sumsum tulang belakang, yang dapat menyebabkan, misalnya, kelemahan otot pada kedua tungkai bawah, atau paraplegia pada kedua tungkai bawah. Biasanya, mielinosis memerlukan kejutan hormonal besar-besaran pada tahap awal penyakit ini untuk mengurangi lesi pada akar saraf, sekaligus mencegah kerusakan berlebihan yang menyebabkan manifestasi yang tidak dapat dipulihkan. Selain itu, perlu juga dilakukan stimulasi yang tepat pada daerah setempat dengan stimulasi listrik atau akupunktur, sehingga demielinasi saraf setempat secara bertahap berkembang menjadi normal. Namun, begitu saraf mengalami demielinasi, saraf akan berubah dengan cepat dan prognosisnya tidak terlalu baik.