Dalam beberapa tahun terakhir, insiden kanker payudara secara bertahap meningkat dan usia timbulnya semakin menurun. Apa yang perlu kita ketahui tentang kanker payudara dan apa yang dapat kita lakukan untuk mencegahnya? Seberapa jauh kanker payudara dari kita? Apa saja gejala awal kanker payudara? Kanker payudara stadium awal seringkali tidak memiliki gejala dan tanda yang khas, sehingga tidak mudah untuk diperhatikan, dan seringkali ditemukan melalui pemeriksaan fisik atau skrining kanker payudara, berikut ini adalah tanda-tanda khas kanker payudara. 1. Benjolan pada payudara 80% pasien kanker payudara pertama kali didiagnosis dengan benjolan pada payudara. Pasien sering kali menemukan benjolan payudara secara tidak sengaja, yang sebagian besar bersifat tunggal, keras, dengan tepi yang tidak beraturan dan permukaan yang kurang halus. Sebagian besar kanker payudara merupakan benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit, hanya beberapa di antaranya yang disertai dengan berbagai tingkat rasa sakit yang tersembunyi atau kesemutan. 2. Puting meluap Jika darah, plasma, ASI atau nanah mengalir dari puting selama masa tidak hamil, atau jika ASI masih mengalir bahkan setelah berhenti menyusui selama lebih dari setengah tahun, maka hal ini disebut dengan puting meluap. Ada banyak penyebab keluarnya cairan dari puting susu, dan penyakit yang umum terjadi adalah papiloma intraduktal, hiperplasia payudara, dilatasi duktus, dan kanker payudara. Luapan darah unilateral dari satu lubang harus diperiksa lebih lanjut, dan perhatian lebih harus diberikan jika disertai dengan benjolan payudara. 3. Perubahan kulit Perubahan kulit yang disebabkan oleh kanker payudara dapat menunjukkan berbagai tanda, yang paling umum adalah tumor menyerang ligamen yang menghubungkan kulit payudara dan fasia otot dada bagian dalam, yang memendek dan kehilangan elastisitasnya, sehingga menarik kulit pada bagian yang bersangkutan, dan muncul cekungan kecil pada kulit payudara, seperti lesung pipi kecil. Jika sel kanker menyumbat pembuluh limfatik, maka akan terjadi “perubahan seperti kulit jeruk”, yaitu kulit payudara akan memiliki banyak titik lesung pipi kecil, seperti kulit jeruk. Pada kanker payudara stadium lanjut, sel-sel kanker menyusup ke dalam kulit di sepanjang saluran limfatik, saluran kelenjar atau jaringan fibrosa dan tumbuh ke dalam kulit, membentuk bintil-bintil keras yang tersebar di sekitar fokus kanker utama, yang disebut “bintil satelit kulit”. 4. Kelainan pada puting dan areola. Jika tumor terletak di dalam atau dekat dengan puting yang dalam, maka dapat menyebabkan retraksi puting. Jika tumor berada jauh dari puting, dan saluran besar pada payudara terserang dan memendek, hal ini juga dapat menyebabkan retraksi atau peninggian puting. Kanker puting yang mirip eksim, yaitu penyakit kelenjar susu, bermanifestasi sebagai gatal, erosi, ulserasi, pengerasan kulit, pengelupasan kulit, dan rasa sakit seperti terbakar pada kulit puting, yang dapat menyebabkan retraksi puting. 5. Pembengkakan kelenjar getah bening ketiak Lebih dari 1/3 pasien kanker payudara yang dirawat di rumah sakit besar mengalami metastasis kelenjar getah bening ketiak. Pada tahap awal, kelenjar getah bening di ketiak pada sisi yang sama dapat membesar, dan kelenjar getah bening yang membesar terasa keras, tersebar dan dapat ditekan. Seiring perkembangan penyakit, kelenjar getah bening secara bertahap menyatu dan menjadi melekat serta melekat pada kulit dan jaringan di sekitarnya. Pada tahap akhir, kelenjar getah bening metastasis dapat dirasakan pada klavikula dan ketiak sebelahnya.