Neurosis adalah gangguan neurologis yang terjadi ketika pasien berada di bawah tekanan dan stres yang berkepanjangan, dan sering disertai dengan kekhawatiran emosional, mudah tersinggung, gangguan tidur, nyeri ketegangan otot, dan gangguan neurotik lainnya. Pola makan pasien neurasthenia memiliki banyak prinsip dasar yang sama dengan pasien lainnya, seperti nutrisi seimbang, kecocokan yang wajar dan tidak makan berlebihan, tetapi juga memiliki karakteristik khusus tersendiri. Pasien dengan neurasthenia sering kali mengalami penurunan energi mental dan gangguan emosional, sehingga mereka harus menghindari makanan yang merangsang seperti tembakau, alkohol, kopi dan teh untuk mengurangi efek rangsangan pada saraf otak dan menghindari memperparah ketidaknyamanan. Pasien dengan neurasthenia mungkin memiliki gejala ketidaknyamanan gastrointestinal seperti perut kembung, gangguan pencernaan, dan sembelit. Pasien harus mencoba menghindari makanan pedas, dingin, goreng, berminyak, dan makanan lain yang dapat mengiritasi pencernaan agar tidak memperburuk saluran pencernaan. Selain itu, pasien dengan neurasthenia dapat mengonsumsi suplemen makanan yang kaya vitamin, protein berkualitas tinggi dan elemen jejak, seperti buah-buahan dan sayuran segar, ikan, produk susu, daging tanpa lemak dan biji-bijian dan sereal, untuk menyediakan bahan dasar untuk metabolisme otak dan membantu pemulihan fungsi fisiologis. Singkatnya, diet pasien neurasthenia harus memperhatikan nutrisi seimbang, pencernaan dan penyerapan yang mudah, menghindari makanan perangsang yang disebutkan di atas dan makanan mentah, dingin, pedas, dan makanan lainnya sejauh mungkin, dan melengkapi dengan makanan yang kaya vitamin, protein berkualitas tinggi dan elemen jejak dalam jumlah yang tepat untuk meningkatkan pemulihan fisik.