Sangat penting bagi pasien kanker ginjal untuk menjaga kehidupan sehari-hari mereka, dan semua aspek tubuh mereka harus diatur dengan hati-hati.
Makan makanan yang bervariasi dan rendah lemak
Yang terbaik adalah makan makanan nabati dan makanan yang diproses secara kasar, hindari pengulangan makanan setiap hari, dan cobalah makan beberapa jenis sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin A dan vitamin C untuk memberikan vitamin yang cukup untuk mempertahankan berat badan yang sesuai.
Pasien harus membatasi asupan lemak hewani dan minyak nabati dalam jumlah terbatas, dan memastikan bahwa asupan gula dalam jumlah sedang.
Asupan harian daging merah yang sesuai, seperti daging sapi, dan lebih banyak daging unggas dan ikan umumnya direkomendasikan.
Untuk melindungi fungsi ginjal, asupan produk kedelai harus dikurangi.
Selain itu, makanan tidak boleh terlalu asin dan tidak ada makanan yang basi, apalagi makanan gosong.
Berhenti merokok dan menjauhkan diri dari alkohol
Manajemen pasca-operasi pasien kanker ginjal harus memberikan perhatian khusus untuk berhenti merokok dan sebaiknya tidak minum alkohol.
Pada saat yang sama, mereka harus berpartisipasi aktif dalam aktivitas fisik untuk memastikan kekuatan fisik yang sesuai dan meningkatkan imunitas tubuh.
Hindari penggunaan obat nefrotoksik
Perawatan pasca bedah untuk pasien kanker ginjal terutama harus menghindari penggunaan obat nefrotoksik, obat nefrotoksik yang umum termasuk
Obat anti-inflamasi non-steroid (aspirin, ibuprofen, dll.)
Antibiotik (amfoterisin B, neomisin, vinkristin, aminoglikosida, sefalosporin, dll.)
Sulfonamida (kotrimoksazol, dll.)
Diuretik (manitol, dll.)
Herbal Cina (Radix et Rhizoma, Aristolochia, dll.)
Sebelum menggunakan obat apa pun, harap berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menghindari penggunaan obat nefrotoksik yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal.
Selain itu, untuk melindungi ginjal, pasien kanker ginjal juga harus menjaga tekanan darahnya tetap normal dan gula darahnya tetap normal. Pasien dengan tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi harus menggunakan obat antihipertensi dan obat hipoglikemik di bawah bimbingan dokter.