Tabel 12 Penilaian reaksi merugikan gastrointestinal terhadap terapi yang ditargetkan untuk karsinoma sel ginjal

Penilaian keparahan
Diare
Mual
Muntah

Kelas I
Peningkatan frekuensi feses <4 kali/hari dibandingkan dengan baseline, peningkatan ringan ekskresi fistula dibandingkan dengan baseline.
Nafsu makan menurun dan tidak ada perubahan dalam kebiasaan makan.
1 hingga 2 episode dalam 24 jam, dengan jarak 5 menit.

Kelas II
Peningkatan frekuensi feses 4-6 kali/hari dari baseline, rehidrasi intravena kurang dari 24 jam, peningkatan moderat dalam ekskresi fistula dibandingkan dengan baseline.
Asupan oral menurun, tidak ada penurunan berat badan yang signifikan, dehidrasi atau malnutrisi.
Tiga hingga lima episode dalam 24 jam, dengan jarak 5 menit.

Kelas III
Peningkatan frekuensi feses sebanyak 7 episode/hari dari awal, inkontinensia feses, yang memerlukan rawat inap. Peningkatan ekskresi fistula yang berat dibandingkan dengan baseline, yang mempengaruhi aktivitas pribadi pasien dalam kehidupan sehari-hari.
Asupan oral energi dan air yang tidak memadai, membutuhkan pemberian makanan melalui hidung, nutrisi parenteral total atau masuk ke rumah sakit.
6 episode dalam 24 jam dengan interval 5 menit yang memerlukan pemberian makanan melalui hidung, nutrisi parenteral total atau masuk ke rumah sakit.

Kelas IV
Mengancam jiwa, membutuhkan penanganan segera.
-Kelas IV
Mengancam jiwa, membutuhkan perawatan darurat.

Kelas V
Kematian

Kematian

Catatan: Kriteria penilaian didasarkan pada Kriteria Terminologi Umum National Cancer Institute untuk Kejadian Merugikan (NCI-CTCAE 4.0).