Regulasi psikologis diri dari depresi

  Sambil menerima pengobatan dan psikoterapi, pasien dengan depresi harus melakukan penyesuaian psikologis diri, yang dapat mempercepat pemulihan.  1. Tatanan kehidupan yang stabil harus diperhatikan. Datang tepat waktu untuk janji temu dengan orang-orang dan tetap sesuai jadwal untuk minum dan bersantai.  2. Perhatikan penampilan Anda.  3.Jaga kebersihan dan higienis tubuh Anda, jangan memakai pakaian yang tidak terawat dan jaga kebersihan kamar dan halaman Anda setiap saat.  4.Jangan pernah menyerah dalam belajar atau bekerja, bahkan ketika Anda tertekan.  5. Belajarlah untuk bermurah hati dengan orang dan benda. Anda tidak boleh menekan kemarahan Anda, dan jika Anda marah, Anda harus menemukan cara untuk mengeluarkannya. Depresi sering disebabkan oleh suasana hati atau emosi tertentu yang ditekan, jadi temukan teman dan kerabat untuk membicarakannya, yang akan membantu menghilangkan depresi.  6, berinisiatif untuk menyerap pengetahuan baru, sesuai dengan motto “hidup dan belajar”, sejauh mungkin menerima pengetahuan baru, memperluas jangkauan minat mereka sendiri.  7.Membangun rasa tertantang, belajar mengambil inisiatif untuk menyelesaikan konflik dan percaya bahwa Anda bisa berhasil.  8. Adalah ide yang baik untuk mencatat hal-hal baik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari Anda.  9. Bergaul dengan orang-orang yang energik dan penuh harapan. Berpartisipasi dalam lebih banyak aktivitas sosial. Kesepian sering kali merupakan gejala awal depresi. Berusahalah secara sadar untuk menghadiri lebih banyak acara sosial dan cobalah untuk menjalin dan bergaul dengan teman sebanyak mungkin.  10. Lihatlah berbagai hal dengan cara yang berbeda. Seorang penyair pernah mengatakannya dengan baik: Mata sedih melihat kehancuran di mana-mana, mata tertawa melihat cahaya di mana-mana. Ketika Anda membelakangi matahari, Anda hanya bisa melihat bayangan Anda sendiri, jadi cobalah berbalik dan menghadap matahari, Anda akan melihat dunia emas.  11. Lakukan latihan fisik. Sebuah tim peneliti di California, AS, mengikuti 1.800 pria dan wanita selama 18 tahun dan menemukan bahwa risiko depresi jauh lebih tinggi pada mereka yang tidak berolahraga daripada mereka yang berolahraga. Hal ini karena depresi, kekhawatiran, dan emosi buruk lainnya biasanya berasal dari belahan otak kiri, sedangkan wilayah yang menghasilkan emosi menyenangkan di belahan otak kanan. Aktivitas fisik dapat digunakan untuk meremajakan pikiran dengan menggeser aktivitas antara belahan otak kiri dan kanan.