Apakah alat pacu jantung otak efektif untuk distonia?

Deep Brain Electrical Stimulation (DBS) adalah prosedur di mana generator denyut nadi (IPG) yang ditanamkan di dalam tubuh memberikan impuls listrik yang lemah untuk menstimulasi inti saraf yang relevan di otak yang mengontrol gerakan, menghambat sinyal saraf otak abnormal yang menyebabkan gejala-gejala Penyakit Parkinson, sehingga menghilangkan gejala-gejala Penyakit Parkinson dan memungkinkan pasien untuk mendapatkan kembali kemampuan untuk bergerak dengan bebas dan merawat dirinya sendiri. Terapi ini telah dikenal sebagai terapi bedah andalan untuk gangguan gerakan (misalnya Parkinson, distonia). Teknologi neuromodulasi Deep Brain Stimulation (DBS) telah diterima oleh semakin banyak dokter dan pasien karena tidak terlalu invasif, lebih stabil, dan lebih dapat dipulihkan dalam pengobatan banyak penyakit bedah saraf fungsional. Dystonia adalah istilah umum yang secara khusus menggambarkan sindrom gangguan gerakan yang ditandai dengan gerakan distonik abnormal dan postur tubuh yang disebabkan oleh kontraksi yang tidak terkoordinasi atau berlebihan pada otot-otot yang aktif dan antagonis. Tergantung di mana distonia terjadi, distonia dapat bersifat terbatas, segmental, lumpuh, dan umum. Sebagian besar distonia ditandai dengan memutar berulang pada seluruh atau sebagian batang tubuh dalam postur yang tidak biasa dan aneh. Manifestasi yang umum terjadi adalah berkedip berulang-ulang dan terus menerus, ketidakmampuan untuk membuka mata setelah menutupnya (yang kita sebut blepharospasm); memutar leher secara berulang-ulang tanpa disengaja yang menyebabkan leher bengkok (kemiringan leher spasmodik); memutar tungkai atau tubuh secara tidak disengaja (kejang puntir), dan seterusnya, dan pada beberapa kasus, mungkin juga terdapat kesulitan berbicara, bicara cadel, dan anggota tubuh gemetar, dan seterusnya. Puntiran dan postur tubuh yang tidak normal pada anggota badan akan membawa rasa sakit psikologis dan fisik yang hebat pada pasien, dan beberapa pasien dengan perkembangan penyakit ini secara bertahap akan muncul hilangnya kemampuan gerakan sehari-hari, kebutaan fungsional dan manifestasi lainnya. Oleh karena itu, perlu untuk mencari perawatan medis tepat waktu ketika menghadapi situasi ini. Stimulasi otak dalam (DBS) telah menjadi metode intervensi bedah utama untuk distonia torsi yang tahan obat (kejang torsi), yang akan memiliki efek yang relatif ideal pada pengobatan distonia, dan secara efektif dapat meningkatkan gejala pasien, dan kelebihannya termasuk pembalikan efek stimulasi, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan keamanan pasien relatif baik. Kemanjuran DBS dalam pengobatan distonia, terutama distonia umum dan distonia serviks, sekarang telah diakui secara luas. Secara keseluruhan, pasien dengan distonia primer merespons dengan baik, sedangkan pasien dengan distonia sekunder merespons dengan relatif buruk. Studi klinis telah mengkonfirmasi bahwa DBS adalah pengobatan yang efektif untuk distonia yang resisten terhadap obat, dengan peningkatan yang signifikan dalam skor fungsional serta skor kemampuan untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari bersama dengan meredakan gejala motorik.